Hindari Penyakit Umat Terdahulu Ini Jika Ingin Selamat Dunia dan Akhirat

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Menjalani kehidupan yang baik dalam naungan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya SAW merupakan kenikmatan yang paling indah dan paling manis yang dapat dirasakan seorang Muslim.

Nilai kenikmatan ini hanya dapat dipahami oleh mereka yang benar-benar mengalaminya. Namun, setiap orang yang memperoleh nikmat sering kali menjadi sasaran hasad (dengki).

Baca Juga
  • Mengapa Menara Masjid Membuat Eropa Gelisah? Ini Analisis Jurnalis Senior Mesir
  • Mengapa Iran Serang Negara-Negara Teluk Bukan Israel Langsung? Ini Versi Analis Kuwait
  • 3 Analisis Ungkap Bagaimana Perang dengan Iran Ubah Perhitungan Kekuatan Amerika Serikat?

Padahal, hasad merupakan lawan dari iman, musuh agama, dan akar dari berbagai keburukan. Tidak pantas seorang mukmin menjadi bagian dari orang-orang yang memiliki sifat ini.

Hasad adalah sumber kesedihan dan kegelisahan di dunia. Ia menjadi penyebab berbagai penyakit hati, kelelahan jiwa, kerusakan mental, serta mengganggu hubungan antarmanusia. Rasulullah SAW bahkan menyebutnya sebagai “penyakit umat-umat terdahulu”. Beliau bersabda:

.rec-desc {padding: 7px !important;}

دبَّ إليكُم داءُ الأمَمِ قبلَكم: الحسَدُ والبغضاءُ هيَ الحالِقَةُ، لا أقولُ تحلِقُ الشَّعَرَ؛ ولكن تحلِقُ الدِّينَ، والَّذي نفسي بيدِهِ، لا تدخُلُوا الجنَّةَ حتَّى تؤمِنوا ولا تؤمِنوا حتَّى تحابُّوا، أفلا أنبِّئُكُم بما يثبِّتُ ذلك لكم، أفشوا السَّلامَ بينكُم

“Telah merayap kepada kalian penyakit umat-umat sebelum kalian, yaitu hasad dan kebencian. Keduanya adalah pencukur. Aku tidak mengatakan mencukur rambut, tetapi mencukur agama.

Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga beriman, dan tidak sempurna iman kalian hingga saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang dapat meneguhkan hal itu di antara kalian? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR Tirmidzi)

Karena itu, siapa pun yang ingin selamat hendaknya mewaspadai penyakit umat ini.

Hasad adalah penyakit yang sangat berbahaya dan mematikan. Dampaknya besar dan bahayanya sangat serius. Betapa banyak manusia yang menjadi sengsara dan tersesat langkah hidupnya karena hasad.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Detik-detik KPK Geledah Rumah saat OTT Bupati Pemalang
• 4 jam lalu
0
thumb
Korlantas Polri & Jasa Raharja Perkuat Sinergi Tingkatkan Pelayanan Publik
• 3 jam lalu
0
thumb
AS Minggir Dulu, Ada Kabar Baik Selat Hormuz dari Iran-Oman dan Saudi
• 7 jam lalu
0
thumb
Kepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan INDEF: Kebijakan yang Kredibel Jaga Kepercayaan Publik
• 1 jam lalu
0
thumb
Debut Layar Lebar, Hyori Mika Bersyukur Main di Film Desember Jani
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.