Pelemahan terutama terlihat terhadap Dolar Amerika Serikat (AS), dengan nilai tukar acuan kembali menembus level lanjutan dari batas psikologis Rp18.000.
Berdasarkan data perdagangan pasar uang investing, mata uang paman sam berada di level Rp18.100,4, naik 44,9 poin atau 0,25% dibandingkan posisi sebelumnya.
Baca juga: Rupiah Melemah Lawan Mayoritas Mata Uang Global, Harga Emas Dunia Terkoreksi
Pergerakan serupa juga terlihat terhadap sejumlah mata uang Asia. Mata uang rupiah melemah terhadap Ringgit Malaysia dengan berada di Rp4.429,08, naik 0,20%. Kemudian Yen Jepang berada di Rp110,58, menguat 0,19%, sedangkan Dolar Singapura berada di Rp14.006,15, naik 0,09%.
Mata uang rupiah juga melemah terhadap Yuan China yang berada di level Rp2.672,86, naik 0,07%. Sementara itu mata uang Won Korea Selatan berada di Rp 2,4531, menguat 0,04%, dan Baht Thailand berada di Rp539,929, naik tipis 0,02%.
Di sisi lain, pergerakan Euro terhadap mata uang rupiah relatif stabil dengan tercatat berada di level Rp20.567,0, atau tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi sebelumnya.
Sementara itu, pasar emas dunia turut bergerak tipis. Harga emas yang tercermin dari XAU/USD turun 0,66 poin atau 0,02% ke level USD4.027,98 per troy ons. Indeks Dolar AS (DXY) juga terkoreksi tipis sebesar 0,051 poin atau 0,05% ke level 101,215.
Pergerakan Rupiah dan aset-aset keuangan masih dapat berubah sewaktu-waktu seiring dengan dinamika pasar global, sentimen investor, serta perkembangan ekonomi domestik dan internasional.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)






Komentar (0)