Begini Cara Boomers, Milenial, dan Gen Z Mengelola Kekayaan, Simak Perbedaannya!

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Cara setiap generasi memandang uang ternyata tidak sama. Jika generasi baby boomers membangun kekayaan dengan fokus pada aset yang stabil seperti properti dan bisnis keluarga, generasi milenial hingga Gen Z justru lebih memilih diversifikasi investasi, pengalaman hidup, hingga aset digital.
 
Perbedaan pola pikir ini semakin penting karena dunia sedang memasuki era global wealth transfer, yakni perpindahan kekayaan terbesar dalam sejarah. Dalam dua dekade mendatang, sekitar USD83,5 triliun diperkirakan akan diwariskan dari generasi yang lebih tua kepada generasi penerus.
 
Peralihan tersebut bukan sekadar memindahkan kepemilikan aset, tetapi juga mengubah cara kekayaan dikelola. 

Bagi generasi muda, uang tak lagi hanya dipandang sebagai simbol kesuksesan, melainkan alat untuk memperoleh kebebasan finansial, kualitas hidup, hingga menciptakan dampak sosial. Boomers Fokus Membangun Kekayaan, Gen Z Fokus Mengembangkannya Generasi baby boomers dan Gen X umumnya membangun kekayaan dari sektor yang mereka pahami sejak lama, seperti bisnis keluarga, properti, maupun saham perusahaan besar.
 
Di Asia, misalnya, banyak keluarga kaya mengembangkan kekayaan melalui satu bisnis utama yang diwariskan turun-temurun. Properti juga menjadi salah satu instrumen investasi favorit karena dianggap stabil dalam jangka panjang.
 
Berbeda dengan generasi penerus yang tidak selalu memulai dari nol. Mereka lebih banyak berfokus menjaga, mengembangkan, sekaligus menyebarkan risiko aset yang sudah dimiliki keluarga.
 
Didukung pendidikan yang lebih tinggi dan pengalaman global, generasi milenial dan Gen Z juga cenderung lebih terbuka berinvestasi di berbagai negara maupun berbagai jenis aset.
  Baca juga: Lima Langkah Financial Check-Up untuk Menjaga Keuangan Tetap Sehat di Pertengahan Tahun Milenial dan Gen Z Lebih Berani Diversifikasi Investasi Berbagai riset menunjukkan investor muda memiliki toleransi risiko yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Survei Natixis Investment Managers menunjukkan milenial jauh lebih tertarik berinvestasi pada aset privat (private assets), investasi alternatif, hingga aset digital seperti kripto.
 
Temuan serupa datang dari Bank of America Private Bank. Investor berusia 21-43 tahun mengalokasikan sekitar 17 persen portofolio investasinya ke aset alternatif. Sementara investor berusia di atas 44 tahun hanya sekitar 5 persen.
 
Bahkan sekitar 93 persen investor muda berencana menambah porsi investasi alternatif dalam beberapa tahun ke depan. Selain properti, pilihan investasi mereka mencakup private equity, aset digital, emas, hingga investasi langsung pada perusahaan. Uang Bukan Lagi Tujuan, tetapi Alat Mencapai Kehidupan yang Diinginkan Perbedaan lain terlihat dari cara memaknai kekayaan. Bagi generasi baby boomers, akumulasi aset sering menjadi ukuran keberhasilan finansial. Semakin besar nilai kekayaan yang dimiliki, semakin tinggi pula rasa aman yang diperoleh.
 
Sebaliknya, generasi muda lebih melihat uang sebagai sarana untuk mencapai tujuan hidup.
 
Laporan UBS Global Next Generation Report 2026 menunjukkan banyak ahli waris muda memandang warisan sebagai tanggung jawab untuk mengelola aset, bukan sekadar keuntungan finansial yang diterima.
 
Karena itu, sebagian dari mereka lebih memilih menggunakan kekayaan untuk memperoleh pengalaman hidup, fleksibilitas bekerja dari berbagai negara, hingga membangun gaya hidup yang sesuai dengan nilai pribadi dibanding mengumpulkan simbol status tradisional. Investasi Berkelanjutan Makin Diminati Selain mengejar keuntungan, generasi muda juga mulai mempertimbangkan dampak sosial dari investasi yang dipilih. Survei UBS menunjukkan hampir separuh generasi penerus tertarik mempelajari investasi berkelanjutan (sustainable investing) maupun investasi yang memberikan dampak sosial (impact investing).
 
Sementara itu, riset Natixis Wealth Transfer Report 2026 mencatat sekitar 35 persen milenial telah memiliki investasi berkelanjutan.  Laporan yang sama juga menunjukkan 62 persen milenial bersedia mengambil risiko lebih tinggi demi memperoleh potensi imbal hasil yang lebih besar, dibandingkan 42 persen baby boomers.
 
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa bagi generasi muda, kekayaan tidak lagi hanya berfungsi untuk diwariskan, tetapi juga menjadi instrumen untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Aksi Pencurian di BUMDes Sungiwetan Pohjentrek Pasuruan, Rolling Door dan Lemari Es Krim Raib
• 6 jam lalu
0
thumb
Sepakat Berdamai, PWI Pusat Resmi Cabut Laporan Polisi Terhadap Hotman Paris
• 17 jam lalu
0
thumb
Pigai Pastikan Kasus Matraman Murni Kriminal, Bantah Bermuatan Konflik SARA
• 19 jam lalu
0
thumb
GMF AeroAsia (GMFI) Kantongi Restu Pemegang Saham untuk Jalankan Kuasi Reorganisasi
• 19 jam lalu
0
thumb
Ditahan KPK, Mahrus Diduga Suap Anwar Sadad Rp 1,5 M hingga Emas 1 Kg
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.