Penyebab Tiba-Tiba IHSG Anjlok 1,5%

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021). Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan hingga pertengahan sesi I perdagangan, Rabu (29/7/2026), di tengah pelemahan mayoritas sektor, terutama saham-saham properti dan utilitas, serta tekanan dari sejumlah saham berkapitalisasi besar.

Hingga pukul 10.15 WIB, IHSG turun 92,78 poin atau 1,51% ke level 6.037,81. Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp14,41 triliun dengan volume perdagangan 20,72 miliar saham dalam 891 ribu kali transaksi. Sebanyak 573 saham melemah, 124 saham menguat, dan 268 saham bergerak stagnan.

Tekanan terbesar datang dari sektor properti dan utilitas, yang masing-masing ambles 4,88%. Pelemahan juga terjadi pada sektor bahan baku (-2,28%), konsumer siklikal (-2,18%), industri (-1,47%), energi (-1,39%), teknologi (-1,39%), keuangan (-0,91%), konsumer non-primer (-0,85%), serta kesehatan (-0,66%).


Dari sisi saham penggerak indeks, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi pemberat utama IHSG dengan kontribusi negatif 8,56 poin. Di belakangnya terdapat PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang memangkas indeks 8,30 poin, disusul PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) sebesar 7,27 poin dan PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) sebesar 6,20 poin.

Tekanan juga datang dari PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang turut menyeret laju indeks.

Baca: Laba PGEO Sentuh US$79,62 Juta di Semester I-2026

Di sisi lain, penguatan IHSG tertahan oleh kontribusi positif yang relatif terbatas dari PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Pelaku pasar juga masih mengambil posisi hati-hati menjelang pengumuman hasil rapat Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan dini hari nanti waktu Indonesia.

Mayoritas pelaku pasar memperkirakan bank sentral Amerika Serikat akan kembali mempertahankan suku bunga acuannya, sehingga investor cenderung membatasi pengambilan risiko di pasar saham.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Jurus MI Keruk Cuan Investasi di Era Perang - Gejolak Rupiah

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mahkamah Agung Apresiasi Hibah Gedung Arsip Baru Pengadilan Negeri Batam | MA NEWS
• 4 jam lalu
0
thumb
Myanmar Bungkam FIlipina 4-1 di Piala AFF 2026, Than Paing Cetak Dua Gol!
• 14 jam lalu
0
thumb
Kejati Tetapkan Pejabat ESDM Jatim Tersangka Pungli Perizinan Rp 1,3 M
• 17 jam lalu
0
thumb
Masih Ingat Evelin Nada Anjani Mantan Istri Aming? Lama Menghilang dari TV, Begini Kehidupannya Sekarang
• 10 jam lalu
0
thumb
Reaksi Media Vietnam setelah Lihat Mitchell Baker Striker Anyar Timnas Indonesia yang Jangkung dan Cetak Hat-trick di Laga Perdana Piala AFF 2026
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.