Harga emas dunia mengalami pelemahan. Hal ini karena pasar sedang memperhatikan potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.
Dikutip dari Bloomberg pada Rabu (29/7), harga emas spot turun 1,2 persen menjadi USD 4.026,63 per troy ons di New York. Pelemahan tersebut juga diikuti pelemahan perak yang turun 2,0 persen menjadi USD 57,19 per troy ons.
Adapun saat ini pasar memang memfokuskan perhatian pada keputusan suku bunga The Fed yang akan diumumkan Rabu (29/7) waktu setempat.
“Bahkan jika The Fed tidak mengubah suku bunga, kondisi ini bisa menahan kenaikan harga emas untuk sementara,” kata Christopher Wong, ahli strategi di Oversea-Chinese Banking Corp.
Saat ini pasar swap suku bunga memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin atau 0,25 persen. Meski demikian, tingkat ketidakpastian saat ini tergolong tinggi terutama karena keputusan The Fed tinggal menghitung jam.
Adapun harga emas telah turun hampir seperempat harga sejak perang AS-Iran dimulai lima bulan lalu. Hal ini terjadi seiring tingginya harga energi yang meningkatkan tekanan inflasi.
Namun, kini harga emas masih bertahan di sekitar level support USD 4.000 per troy ons sejak akhir Juni. Hal itu juga didukung oleh aksi beli saat harga turun.
Di sisi lain, dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) berbasis emas juga terus menambah kepemilikannya selama lima hari berturut-turut. Hal itu menjadi periode kenaikan terpanjang sejak Mei.






Komentar (0)