Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan. Survei terbaru menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan program tersebut terus merosot dalam beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), sebanyak 61,6 persen masyarakat menyatakan kurang puas atau bahkan tidak puas sama sekali terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai program tersebut sebenarnya sangat tinggi. Sebanyak 95,4 persen responden mengaku mengetahui adanya Program MBG, sedangkan hanya 4,6 persen yang belum mengetahuinya.
Dari responden yang mengetahui program tersebut, 6,2 persen mengaku sangat puas, 27,6 persen cukup puas, 31 persen kurang puas, dan 30,6 persen tidak puas sama sekali. Sementara 4,6 persen lainnya tidak menjawab atau tidak mengetahui.
Baca Juga: Timur Tengah Kembali Tegang, Bahlil Bilang Gini soal Nasib Harga BBM dan LPG
"Sebanyak 61,6 persen publik nasional merasa kurang atau tidak puas sama sekali dengan pelaksanaan program MBG, sementara yang merasa sangat atau cukup puas lebih rendah 33,8 persen," ungkap Deni, Selasa (28/7/2026).
Menurut Deni, tren kepuasan terhadap pelaksanaan MBG terus mengalami penurunan dalam sembilan bulan terakhir. Pada November 2025, tingkat kepuasan publik masih mencapai 62,5 persen. Angka tersebut turun menjadi 53,1 persen pada survei Februari-Maret 2026, lalu kembali merosot menjadi 33,8 persen pada Juli 2026.
Sebaliknya, tingkat ketidakpuasan terus meningkat. Persentase responden yang menyatakan kurang puas atau tidak puas naik dari 33,9 persen pada November 2025 menjadi 44,6 persen pada Februari-Maret 2026, hingga mencapai 61,6 persen pada Juli 2026.
Deni menilai meningkatnya penilaian negatif terhadap pelaksanaan MBG menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi penurunan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo.
Survei tersebut dilakukan terhadap 749 responden yang dipilih secara acak. SMRC menyebut survei memiliki margin of error sekitar ±3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan pengumpulan data berlangsung pada 5-19 Juli 2026.
Terlepas dari itu, pemerintah memastikan program MBG tidak akan dihentikan. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan program tersebut merupakan bagian dari janji politik Presiden Prabowo kepada masyarakat.
"Kalau misalnya ada yang atas nama kritik, kemudian kritiknya sama dengan, misalnya hentikan atau bubarkan MBG, saya kira itu bukan kritik, bukan ranah kami untuk hentikan atau membubarkan BGN, makan bergizi adalah tender politiknya Presiden Prabowo," kata Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: 'Gak Rakyat Gak Pejabat Sama-sama Rampok', Pencurian di WC Manggarai Bikin Heboh
Ia menambahkan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah memperbaiki tata kelola, bukan menghentikan program.
"Direncanakan jauh-jauh hari, disampaikan di momen kampanye, dan kemudian beliau terpilih jadi Presiden, sehingga yang kita lakukan fokusnya adalah perbaikan tata kelola," ujarnya.
Sudaryono juga mengakui pelaksanaan MBG masih menghadapi sejumlah tantangan. Karena itu, seluruh jajaran BGN diminta berani menghadapi persoalan yang muncul agar program bisa berjalan semakin efektif.
"Saya sampaikan kepada tim bahwa kita mengetahui dan kita tahu, kita menyadari ada persoalan dan kita harus, we have to run into the problem, kita harus mau menyelesaikan persoalan, tidak boleh kita lari dari masalah," ucapnya.






Komentar (0)