Menteri Pigai soal Sayembara Tangkap Begal: Tidak Etis, Semoga Cuma Guyon

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai berharap sayembara penangkapan begal berhadiah yang diumumkan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi hanya guyonan.

Sebab, menurut dia, hal tersebut berpotensi membahayakan warga sipil.

Baca Juga :
Dedi Mulyadi Adakan Sayembara Tangkap Begal Dapat Rp50 Juta, Wamendagri Bilang Begini
Pria di Bali Tewas Dikeroyok Gegara Curi Ayam, DPR: Main Hakim Sendiri Langgar HAM!

Pigai menjelaskan, penangkapan pelaku kejahatan jalanan oleh masyarakat yang tidak memiliki pelatihan taktis berisiko memicu kekerasan fisik hingga pertumpahan darah.

"Kalau serius ya tidak boleh. Tetapi kalau guyonan enggak apa-apa. Guyonan aja. Tetapi kalau serius tidak boleh, itu bahaya," ucap Pigai kepada wartawan, dikutip Rabu, 29 Juli 2026.

Pigai menuturkan penyerahan fungsi penegakan hukum kepada warga sipil tanpa pembekalan yang memadai berpotensi melanggar etika dan membahayakan keselamatan publik.

Menurut Pigai, masyarakat yang tidak terlatih berpotensi menggunakan kekerasan saat menangkap pelaku kejahatan. Karena itu, ia mempertanyakan etika pemberian imbalan kepada warga untuk melakukan tindakan tersebut.

"Kalau sipil yang tidak terlatih mukul dong, ya? Berdarah-darah. Apa diperbolehkan kita bayar orang untuk memukul orang lain di lapangan? Tidak etis. Tetapi dugaan saya beliau guyonan, tidak serius. Semoga guyonan dan tidak serius," ungkap dia.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara berhadiah Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang berhasil melumpuhkan pelaku pencurian, copet, jambret, begal, atau perampok, kemudian menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup.

"Saya memberikan sayembara pada seluruh warga Jabar. Yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok kami siapkan hadiah dari Rp5 juta sampai Rp50 juta yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," kata Dedi melalui akun Instagram pribadinya.

Selain itu, Dedi mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya untuk meningkatkan patroli malam di sejumlah titik rawan.

Ia juga meminta mobil patroli tetap bersiaga setiap malam dengan lampu peringatan menyala serta menyiagakan Satpol PP dan Dinas Pemadam Kebakaran di lokasi strategis guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan. (Ant)

Baca Juga :
Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Tangkap Begal, Yusril: Jangan Main Hakim Sendiri, Mereka Harus Ditangkap Hidup-hidup
Polemik Sayembara Begal, Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli
Bukan Diminta Sujud, Satpam Bundaran HI Ini Ceritakan Kejadian Sebenarnya hingga Dirinya Bersujud

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemenag: Rekrutmen PPPK 2026 Belum Dibuka, Waspadai Hoaks
• 22 jam lalu
0
thumb
Rocky Gerung: Londo Ireng Tuh Cuma Ada dalam Imajinasi Prabowo
• 15 jam lalu
0
thumb
BCA CitraLand Marathon 2026 Hadirkan Rute Baru, Targetkan Lebih dari 6.000 Pelari
• 18 jam lalu
0
thumb
PDIP Minta Pemerintah Respons Cepat Reaksi Negatif Pasar Atas Mundurnya Perry Warjiyo
• 19 jam lalu
0
thumb
DPR RI dan Kemenhaj bersinergi sosialisasikan persiapan haji 2027
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.