Wamentrans mengajak Kadin investasi kembangkan kawasan transmigrasi

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berinvestasi mengembangkan 154 kawasan transmigrasi prioritas guna meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, memperluas ekspor, dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Ia mengatakan setiap kawasan transmigrasi memiliki potensi unggulan yang berbeda, sehingga memerlukan dukungan investasi agar mampu berkembang menjadi pusat produksi dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

“Perlu ada investasi agar komoditas yang ada tidak stagnan,” kata Viva dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Rabu.

Dia menyatakan hal tersebut saat menerima Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) serta Sarana dan Prasarana Kadin Indonesia M Azis Syamsuddin di Jakarta.

Ia mencontohkan kawasan transmigrasi di Kabupaten Bungo, Jambi, memiliki potensi kelapa sawit, sedangkan Banyuasin, Sumatera Selatan, memiliki komoditas unggulan padi.

Sedangkan kawasan transmigrasi di Sulawesi Tengah menghasilkan kakao, kopi, pala, dan durian. Selain komoditas perkebunan, kawasan transmigrasi di wilayah pesisir juga memiliki potensi perikanan yang telah berkembang mulai dari skala usaha kecil, menengah, hingga ekspor.

Menurut Viva Yoga, salah satu komoditas unggulan dari kawasan transmigrasi telah diekspor ke China sebanyak 459 ton dengan nilai sekitar Rp42,5 miliar.

Selain itu, Kementerian Transmigrasi (Kementrans) juga memfasilitasi ekspor sekitar 16 ton rajungan senilai Rp14 miliar hingga Rp15 miliar ke Amerika Serikat. Rajungan tersebut berasal dari kawasan transmigrasi di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Viva mengatakan investasi diperlukan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat pengolahan hasil, dan memperluas akses pasar komoditas unggulan yang dihasilkan masyarakat transmigrasi.

Menurut dia, Kadin memiliki jaringan usaha hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan pelaku usaha, investor, pengolah, dan pembeli dengan produsen di kawasan transmigrasi.

“Kementrans telah melakukan sinergi dengan PNM, pengusaha dari China, dan para offtaker. Sekarang Kadin perlu melakukan hal yang sama untuk ikut mengembangkan kawasan transmigrasi,” ujarnya pula.

Wamentrans menjelaskan pelaksanaan program transmigrasi saat ini berbeda dengan masa lalu, karena menggunakan pendekatan bottom up, yakni berdasarkan usulan pemerintah daerah.

“Program transmigrasi dulu ditetapkan oleh pemerintah pusat secara langsung. Saat ini program transmigrasi dilaksanakan secara desentralisasi, bottom up. Ada transmigrasi bila ada permintaan dari daerah yang membutuhkan,” katanya lagi.

Ia menyebut Kementrans telah menerima 61 proposal dari para bupati yang mengusulkan pembentukan kawasan transmigrasi baru. Sejumlah daerah yang telah memiliki kawasan transmigrasi juga mengajukan pengembangan kawasan baru.

Menurut Viva, tingginya usulan tersebut menunjukkan program transmigrasi masih dibutuhkan sebagai instrumen pemerataan pembangunan, pengembangan potensi daerah, dan penciptaan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa.

Kolaborasi dengan Kadin diharapkan dapat menghadirkan investasi yang sesuai dengan potensi lokal, memperkuat usaha masyarakat, membuka lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah komoditas, serta mempercepat pengembangan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Azis Syamsuddin mengatakan masih banyak pulau di Indonesia memiliki lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk sektor pertanian maupun kegiatan ekonomi lainnya sehingga kebutuhan masyarakat setempat masih bergantung pada pasokan dari Pulau Jawa.

Ia menilai pengembangan kawasan transmigrasi dapat menjadi solusi untuk membangun pusat-pusat produksi baru, sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.

Baca juga: Kementrans siapkan SDM untuk bangun kawasan transmigrasi produktif

Baca juga: INDEF: Kawasan transmigrasi berpotensi ciptakan sentra ekonomi baru


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Update Terbaru Harga Emas Antam Pada Rabu Turun Rp12.000 Jadi Rp2,601 Juta Per Gram
• 5 jam lalu
0
thumb
Harga Minyak Naik jadi US$ 87 per Barel di Tengah Memanasnya Tensi Timur Tengah
• 6 jam lalu
0
thumb
Bea Cukai Yogyakarta Musnahkan Barang Hasil Penindakan Senilai Rp 916 Juta, Ada Ponsel
• 59 menit lalu
0
thumb
BEI Minta Investor Tak Panik Usai Perry Mundur dari Gubernur BI
• 22 jam lalu
0
thumb
Kemkomdigi Perkuat Implementasi PP Tunas di Sekolah untuk Bentuk Anak Cerdas dan Aman Berinternet
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.