Perekonomian Malaysia menunjukkan kinerja yang semakin solid pada 2026. Pemerintah setempat mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,8 persen pada kuartal II (Q2), meningkat dibandingkan 5,4 persen pada kuartal I (Q1), sekaligus membawa negara itu semakin dekat untuk masuk kategori negara berpenghasilan tinggi menurut klasifikasi Bank Dunia.
Akmal Nasrullah Mohd Nasir Menteri Ekonomi Malaysia mengatakan, saat ini Malaysia hanya terpaut sekitar 7,1 persen dari ambang batas pendapatan yang ditetapkan Bank Dunia untuk memperoleh status sebagai negara berpenghasilan tinggi.
Pernyataan tersebut disampaikan Akmal saat meluncurkan laporan “Survei Ekonomi OECD: Malaysia 2026” pada Senin (27/7/2026).
Meski optimistis dengan capaian tersebut, Akmal menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus mengejar perubahan status ekonomi.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan harus diukur dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Angka-angka ini memang menggembirakan, tetapi melampaui ambang batas tersebut bukanlah tujuan akhir. Yang terpenting adalah apakah pertumbuhan ini mampu menghasilkan upah yang lebih baik, lapangan kerja yang lebih berkualitas, dan daya beli yang lebih kuat bagi warga Malaysia,” ujar Akmal dilansir dari Antara.
Ia menjelaskan pemerintah akan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi agar mampu meningkatkan produktivitas nasional, menciptakan lebih banyak lapangan kerja berkualitas, serta mendorong kenaikan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
Di sisi lain, pemerintah Malaysia tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 pada kisaran 4 hingga 5 persen.
Target tersebut didukung oleh kuatnya permintaan domestik, meningkatnya investasi swasta, pertumbuhan ekspor, serta berkembangnya industri berbasis teknologi tinggi.
Sektor semikonduktor dan pusat data (data center) menjadi salah satu motor utama yang diproyeksikan menopang ekspansi ekonomi Malaysia pada tahun ini, seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap infrastruktur digital dan teknologi canggih.
Dengan tren pertumbuhan yang terus menguat dan didukung transformasi sektor teknologi, Malaysia semakin berpeluang mencapai status negara berpenghasilan tinggi.
Namun, pemerintah menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan ekonomi nasional. (ant/saf/ipg)





Komentar (0)