Gabema dan TNI AL-US Navy Tanam 10 Ribu Mangrove di Tapanuli Tengah

jpnn.com
19 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, TAPANULI TENGAH - Keluarga Besar Masyarakat Gabema Tapanuli Tengah-Sibolga (Gabema) bersama TNI AL, US Navy, dan pelajar Asrama SMAN 1 Matauli Pandan menanam 10 ribu bibit mangrove di Pantai Barat, Muara Siput Labuan Angin, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah, Minggu (27/7) sore.

Kegiatan ini digelar bertepatan dengan Hari Mangrove Internasional. Penanaman dilakukan sebagai upaya memulihkan ekosistem pesisir pascabencana banjir bandang yang melanda Tapanuli Tengah pada 25 November 2025 lalu.

BACA JUGA: PNM Tanam 22 Ribu Pohon Mangrove di 18 Titik Kawasan Pesisir

Staf Komander Pacific Partnership 2026 Jannet menyebut kegiatan ini tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga diplomasi kemanusiaan.

"Hari ini intinya bukan hanya menanam pohon untuk melindungi, tetapi juga momentum, kesempatan untuk menjaga hubungan satu dengan yang lain dan menjaga hubungan baik itu dalam jangka panjang. Jadi kami semua sangat bangga hari ini menjadi bagian dari kegiatan penanaman, ini bukan secara pribadi tetapi seluruh tim menjadi satu kesatuan," ujar Jannet.

Pacific Partnership adalah misi bantuan kemanusiaan multilateral dan kesiapsiagaan bencana tahunan terbesar Angkatan Laut AS di Indo-Pasifik. Misi ini mencakup manajemen bencana, pertukaran medis, dan proyek-proyek teknik. Berawal dari tsunami 2004, kini PP26 memasuki iterasi ke-22 dan saat ini aktif di Sibolga dan Tapanuli Tengah.

Sekretaris Gabema Tapteng–Sibolga, Dani Hatrin Tampubolon mengatakan penanaman mangrove adalah program yang sudah lama dicanangkan Gabema.

"Penanaman mangrove ini adalah program yang sudah kami canangkan. Ada 10 ribu mangrove yang akan ditanam. Ini juga merupakan bagian dari perhatian kami, perantau dari Tapteng dan Sibolga yang berkumpul dalam Gabema. Ini langkah yang bisa kami lakukan dalam pelestarian alam di kampung halaman," kata Dani.

Selain aspek lingkungan, kegiatan ini juga menyasar edukasi. Pelajar Asrama SMAN 1 Matauli Pandan dilibatkan langsung sebagai bentuk penanaman nilai kepedulian terhadap lingkungan.

"Selain isu lingkungan, kita juga sedang menanamkan nilai-nilai edukasi saat ini. Kita lihat anak-anak Asrama Matauli Pandan turut serta menanam mangrove, benteng alami di daerah laut. Program berikut, kami juga akan melakukan penghijauan," tambahnya.

Dani juga mengingatkan bahwa Gabema dan IKAMA Matauli sebelumnya telah proaktif menyalurkan bantuan bagi penyintas bencana di wilayah pegunungan dan pesisir.

Mayjen (purn) Asrobudi yang hadir memberi semangat kepada pelajar Matauli Pandan menekankan pentingnya niat dalam pelestarian alam.

"Selain menanam mangrove, kita juga menanam harapan. Apa yang kita lakukan hari ini, akan kita tuai di masa mendatang. Mangrove ini punya peluang hidup sekitar 30 hingga 45 persen. Tapi, kita mesti tanam hari ini. Mangrove merupakan benteng alami untuk menjaga garis pantai. Banyak fungsi mangrove ini. Kita menanam ini bukan sekadar gerakan biasa, tapi mesti ada niat yang tulus," ujarnya.

Dengan 10 ribu bibit mangrove yang ditanam, para peserta berharap gerakan ini dapat memicu kepedulian masyarakat luas untuk menjaga kelestarian alam Tapanuli Tengah–Sibolga dan mencegah abrasi di masa mendatang.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari beberapa negara, jajaran TNI AL, TNI AD, Polri, serta SKPD Kabupaten Tapanuli Tengah. (cuy/jpnn)

 

Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Respons Walkot Medan soal Lurah Ejek Curhatan Warga
• 2 jam lalu
0
thumb
Cerita Keseruan teman kumparanMOM di Festival Hari Anak 2026
• 22 jam lalu
0
thumb
Polisi Thailand Gerebek Hotel Berkeamanan Superketat, Bongkar Operasi “Industri Abu-Abu” Jaringan Warga Tiongkok
• 23 jam lalu
0
thumb
3 Tahun Menanti Kembali ke Gawang Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata Curhat Usai Momen Sulit Lawan Kamboja
• 13 jam lalu
0
thumb
Topan Melanda Guangdong, Tiongkok, Pembukaan Bendungan di Beberapa Tempat Menyebabkan Banjir
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.