Muhammad Qodari Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI menyebut hasil survei yang menunjukkan menurunnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto Presiden RI akan menjadi masukan.
Hal itu disampaikan Qodari kepada awak media usai meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 di Kedung Cowek, Kota Surabaya, Selasa (28/7/2026).
Untuk diketahui, lembaga survei Saiful Munjani Research and Consulting (SMRC) mengumumkan hasil survei pada 5-19 Juli 2026 dengan tajuk Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden.
Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo Presiden RI merosot di angka 51,1 persen atau menurun 30,1 persen dalam sembilan bulan terakhir.
SMRC menyebut penurunan tingkat kepuasan publik itu sangat berkaitan dengan evaluasi pada kondisi ekonomi, politik dan penegakan hukum.
Menanggapi hal itu, Qodari menyebut hasil survei merupakan potret opini publik yang bersifat dinamis dan dapat berubah seiring waktu. Menurutnya fluktuasi tingkat kepuasan publik merupakan hal yang wajar dalam setiap survei.
“Pertama yang namanya survei itu dia potret opini publik, dia dinamis, bisa naik, bisa turun. Jadi, kalau kemarin beberapa bulan yang lalu seperti di laporan SMRC itu 80 persen, sekarang 50 persen, ya insyaAllah nanti 80 persen lagi,” ucap Qodari.
Bakom RI itu menuturkan, seharusnya hasil survei SMRC dibandingkan dengan riset lembaga lain supaya terdapat gambaran yang utuh mengenai persepsi masyarakat terhadap pemerintah.
“Yang kedua, tentu kita tunggu riset-riset lain yang bisa dijadikan sebagai perbandingan karena sesungguhnya kalau kita melihat fundamental ekonomi sangat bagus,” katanya.
Sebab menurut Qodari, sejumlah indikator ekonomi menunjukkan kondisi yang positif. Contohnya seperti pertumbuhan ekonomi di atas lima persen, terkendalinya inflasi, serta tingkat pertumbuhan tabungan masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi 5 persen lebih 5,6 persen ya, kemudian inflasi kita juga terkendali 3 persen. Saya dapat informasi dari Ketua LPS, Pak Anggito Abimanyu, bahwa tingkat pertumbuhan tabungan masyarakat masih berlangsung,” katanya.
Selain itu, Qodari mengklaim kondisi politik nasional juga stabil karena koalisi pemerintahan yang solid dalam mendukung serta merealisasikan program Presiden.
“Secara politik juga kita sangat kokoh, koalisinya besar, semua mendukung program-program dari Bapak Presiden,” tuturnya.
Kemudian sederet capaian pemerintah seperti kebijakan harga pembelian gabah Rp6.500 per kilogram, kemudahan akses pupuk, pembangunan kampung nelayan, serta berbagai program bantuan sosial seharusnya berdampak pada tingginya dukungan masyarakat terhadap pemerintah.
Meski begitu, Qodari menegaskan pemerintah tidak menutup diri dan tetap menerima hasil survei tersebut sebagai bahan masukan untuk meningkatkan kinerja kabinet.
“Jadi, kita lihat perkembangan ke depan, tapi kita menerima dan merespons semua masukan sebagai sesuatu yang berharga untuk melakukan perbaikan kinerja,” pungkasnya.
Sebagai informasi, survei SMRC tersebut dilakukan pada 5-19 Juli 2026 dengan populasi survei merupakan warga Indonesia yang memiliki hak pilik. Sebanyak 749 responden dipilih secara random melalui teknik survei wawancara.
Sementara itu margin of error survei kurang lebih sebesar 3,7 persen. (wld/saf/ipg)





Komentar (0)