Sumenep (beritajatim.com) – Paguyuban Pengusaha Rokok (PPR) Kabupaten Sumenep meminta seluruh perusahaan rokok di Kabupaten Sumenep memprioritaskan penyerapan tembakau hasil produksi petani lokal pada musim panen tahun ini.
Ketua PPR Kabupaten Sumenep, H. Syafwan Wahyudi, mengatakan pembelian tembakau petani dinilai menjadi kunci menjaga keberlangsungan industri hasil tembakau sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Penyerapan tembakau petani ini untuk menjaga stabilitas harga, memberikan kepastian pasar kepada petani, sekaligus mempertahankan perputaran ekonomi di daerah,” katanya, Selasa (28/7/2026).
Menurut Udik, sapaan akrab Syafwan Wahyudi, tembakau bukan sekadar komoditas pertanian, melainkan sumber penghidupan ribuan keluarga di Kabupaten Sumenep.
“Karena itu, kami berharap seluruh pelaku industri rokok, baik skala kecil, menengah, maupun besar, punya komitmen bersama untuk mendukung keberlangsungan usaha tani melalui penyerapan hasil panen masyarakat,” ujarnya.
Menurut Udik, petani dan industri rokok merupakan bagian dari satu ekosistem yang saling membutuhkan. Petani membutuhkan kepastian pasar, sedangkan industri membutuhkan pasokan tembakau berkualitas sebagai bahan baku.
Karena itu, ia mendorong perusahaan rokok membangun komunikasi yang lebih intensif dengan petani dan kelompok tani sejak awal musim tanam agar mereka memahami standar kualitas tembakau yang dibutuhkan industri.
“Kami juga mengingatkan petani supaya tidak terburu-buru memanen tembakau sebelum daun mencapai tingkat kematangan optimal. Karena panen yang terlalu dini berpotensi menurunkan kualitas tembakau dan berdampak terhadap harga jual di tingkat industri,” paparnya.
Udik juga mengajak pemerintah daerah memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan dalam membangun sektor pertembakauan yang sehat dan berkelanjutan.
“Kolaborasi seluruh pihak menjadi fondasi penting agar tembakau Sumenep tetap menjadi komoditas unggulan dan memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah,” tuturnya. (tem/kun)





Komentar (0)