K-Fashion Wave di JF3: Presentasi Ekspresif 3 Desainer Korea di Runway

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

BRI JF3 Fashion Festival 2026 kembali menjadi ruang para desainer Korea untuk eksis di lanskap Indonesia. Tahun ini, JF3 memboyong tiga perancang mode dari Negeri Ginseng, yakni Baek Jinjoo dengan brand Studio di Perla, Oh HyeYoung dengan brand OHGYO, dan Consteller DL.

Pada Jumat (24/7), mereka mempresentasikan koleksi yang masing-masing terdiri dari 20 looks. Meski berada di bawah payung K-Fashion, dengan fashion show bertajuk K-Fashion Wave, ketiga desainer hadir dengan konsep masing-masing yang eksperimental dan ekspresif.

Studio di Perla oleh Baek Jinjoo menawarkan pakaian-pakaian ready-to-wear dengan dominasi palet hitam. Lalu, Consteller DL hadir dengan busana streetwear yang eksentrik dan penuh warna, selaras dengan estetika yang diamini sang desainer. Sementara itu, desainer Oh HyeYoung dengan brand OHGYO menghadirkan capsule wardrobe yang simpel, tetapi disajikan dengan presentasi yang penuh makna.

Studio di Perla oleh Baek Jinjoo

Koleksi perdana Baek Jinjoo di Indonesia hadir dengan tajuk “APORIA”. Dalam konferensi pers prapertunjukan di Gafoy, Summarecon Mall Kelapa Gading, Baek Jinjoo menjelaskan, koleksinya merupakan sebuah perpaduan antara hal-hal berkontras; standar yang ada di hidup tidak lagi mendefinisikan karakter.

“Kita hidup dengan memilih satu satu berbagai standar kehidupan yang ada. Namun, di satu titik kehidupan, kita menyadari bahwa standar-standar tersebut tidak lagi bisa mendefinisikan siapa kita. Bagi Studio di Perla, fashion tidak hanya soal menciptakan baju-baju cantik, tetapi bahasa untuk mengekspresikan nilai dan identitas yang kita pegang,” ucap Baek dalam bahasa Korea.

Kontras tersebut diterjemahkan lewat siluet yang tegas dan material yang lembut dan ringan. Koleksi APORIA menghadirkan busana-busana bernuansa feminin, tetapi dengan sentuhan bold. Ada dress tanpa lengan yang dipadukan dengan lace, jaket bersiluet mantel dengan kerah tajam, rok kulit dengan belahan tinggi, hingga celana skinny 7/8 berbahan kulit yang edgy.

“Dalam koleksi ini, saya ingin menegaskan bahwa pakaian tidak seharusnya lebih menonjol daripada pemakainya, justru pakaian harus menonjolkan karakter dan kecantikan orang tersebut,” tegas Baek.

Consteller DL

Berlatar belakang seniman dan ilustrator, Consteller DL debut di runway Indonesia dengan show bertajuk Wear Art. Create Your Own Style. Selaras dengan tema yang diusung, fashion show Consteller DL merupakan perkawinan antara fashion dengan seni lukis dan pertunjukan.

Sebanyak 20 looks yang ia presentasikan merupakan terjemahan dari konsep streetwear yang berani dan penuh warna. Pakaian yang ia rancang, mulai dari tank top, kaus bersiluet longgar, sampai rok tutu pendek, dihiasi dengan ilustrasi pop art karya Consteller DL yang didominasi oleh motif mata dan warna neon. Mengiringi show, sang desainer melakukan live painting di atas busana putih sebagai kanvas dan tangan sebagai kuas.

“Saya mencoba untuk menciptakan kehidupan di mana kita bisa menikmati seni, tetapi tidak hanya lukisan di atas kanvas, tetapi juga lewat karya fashion,” ucap Consteller DL.

Meski ini adalah debut runway-nya di Jakarta, Consteller DL sudah pernah berkolaborasi dengan JF3. Pada November 2025, sang desainer menjadi salah satu dari beberapa brand fashion Korea yang ikut menampilkan koleksinya di acara JF3 Networking di LEHANS Seoul.

Consteller DL sudah cukup lama berkarier di bidang seni dan fashion. Dia pernah bekerja sebagai desainer di MLB, NBA, hingga Skechers.

OHGYO oleh Oh HyeYoung

Oh HyeYoung menghadirkan konsep yang sangat personal dalam koleksinya yang bertajuk JULYSEVEN. Nama ini lahir dari kepercayaan 7 Juli, di mana dua orang yang saling mencintai terpisahkan oleh jarak dan waktu, tetapi akhirnya bersatu kembali di 7 Juli.

Koleksi ini menjadi suratan Oh HyeYoung soal cerita cinta masa lalu yang menemui kegagalan. Konsep ini diterjemahkan dengan menghadirkan palet warna gelap di awal show, kemudian bertransisi ke dalam busana bermotif hitam-putih yang merefleksikan karya lukisan Oh HyeYoung, kemudian berakhir dengan satu setelan pakaian serba putih; menandai cahaya di ujung cerita.

“Koleksi ini mengenai pertemuan dengan seseorang; sebuah perjalanan bagaimana koneksi dengan orang-orang di kehidupan kita sangatlah penting. Kita menemukan titik kegelapan kita dan berjalan menemukan terang,” jelas Oh.

Sebanyak 20 looks terdiri dari pakaian ready-to-wear dengan siluet simpel dan loose, mulai dari outer, jaket pria, hingga dress midi dengan palet warna hitam dan putih. Oh memilih material katun dan silk untuk pakaian rancangannya, menghadirkan dinamisme dalam pergerakan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Johnson & Johnson Bayar Hampir Rp100 Triliun Demi Selesaikan Gugatan Terkait Bedak Talc
• 16 jam lalu
0
thumb
Sengit! Ukraina Serang Rusia dengan Ratusan Drone, 2 Orang Tewas
• 20 jam lalu
0
thumb
Ruben Onsu Ungkap Kesalahan Terbesarnya saat Menikah dengan Sarwendah, Berimbas di Masa Kini: Ternyata Salah!
• 10 jam lalu
0
thumb
Narapidana Kabur saat Berobat di RS Pekanbaru, 3 Petugas Diperiksa
• 14 jam lalu
0
thumb
Momen Seskab Teddy-Pramono Anung Nostalgia Pertemuan 10 Tahun Lalu
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.