BIAS 2026 Kota Kediri Dimulai Agustus, Dinkes Ajak Sekolah Sukseskan Imunisasi Anak

beritajatim.com
4 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Kediri (beritajatim.com) – BIAS 2026 Kota Kediri mulai dipersiapkan Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan dengan menggelar sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal memperkuat sinergi berbagai pihak menjelang pelaksanaan imunisasi serentak yang berlangsung mulai Agustus hingga November mendatang.

Sosialisasi yang digelar di salah satu hotel di Kota Kediri itu diikuti 170 peserta yang terdiri atas organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), serta guru Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dari SD dan MI se-Kota Kediri.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Hamida, menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan BIAS 2026 Kota Kediri berjalan optimal dan mampu memberikan perlindungan kesehatan bagi anak usia sekolah.

“Kegiatan ini menjadi salah satu strategi kami untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Melalui rapat koordinasi ini, perwakilan sekolah diharapkan turut menyukseskan pelaksanaan BIAS mulai dari menyiapkan data sasaran peserta imunisasi, membantu pendataan siswa, hingga memberikan edukasi dan sosialisasi baik untuk siswa maupun orang tua atau wali murid mengenai pentingnya imunisasi,” terangnya.

Menurut Hamida, keterlibatan sekolah sangat penting untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai manfaat imunisasi sehingga bersedia memberikan persetujuan bagi anak-anak mereka mengikuti program tersebut.

Dalam program BIAS, siswa akan mendapatkan imunisasi lanjutan sesuai usia dan jenjang kelas. Jenis vaksin yang diberikan meliputi vaksin Difteri Tetanus (DT), Measles Rubella (MR), serta Human Papillomavirus (HPV).

Khusus vaksin HPV diberikan kepada siswa perempuan sebagai upaya mencegah kanker leher rahim atau kanker serviks.

“Harga vaksin HPV secara mandiri di fasilitas kesehatan tergolong mahal dan dapat mencapai jutaan rupiah untuk rangkaian dosis yang diperlukan. Oleh karena itu, manfaatkan program BIAS ini karena anak-anak yang memenuhi kriteria sasaran bisa mendapatkan vaksin secara gratis,” ujarnya.

Pelaksanaan BIAS dijadwalkan berlangsung mulai Agustus hingga November 2026 dengan jadwal yang disesuaikan oleh masing-masing puskesmas wilayah.

Sebelum imunisasi dilaksanakan, orang tua diminta memastikan anak dalam kondisi sehat serta mengisi formulir skrining kesehatan yang dibagikan melalui sekolah.

“Seiring bertambahnya usia, kekebalan tubuh anak terhadap beberapa penyakit bisa menurun sehingga butuh dosis penguat untuk menjaga kekebalan tersebut. Dengan mengikuti imunisasi, dapat memperkuat kekebalan tubuh anak, melindungi dari penyakit berbahaya, serta mendukung lingkungan sekolah yang sehat,” jelas Hamida.

Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri yang menjelaskan aspek keamanan vaksin, serta perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang memaparkan tata laksana pelaksanaan vaksinasi BIAS di sekolah.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari kalangan pendidik. Guru PJOK SDN Gayam 1, Luhung Dian Arga, menilai pelaksanaan BIAS selama ini memberikan dampak positif terhadap kesehatan peserta didik.

Menurutnya, siswa yang memperoleh imunisasi cenderung memiliki kondisi kesehatan lebih baik sehingga dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan lancar. Ia menyebut dukungan orang tua di sekolahnya mencapai 80 hingga 90 persen setelah dilakukan sosialisasi bersama komite sekolah.

Respons serupa disampaikan Neda, guru dari salah satu SD swasta di Kelurahan Bandar Kidul. Ia mengaku kegiatan sosialisasi tersebut menambah pemahamannya mengenai tujuan, manfaat, dan pelaksanaan imunisasi sehingga dapat memberikan penjelasan yang benar kepada siswa maupun orang tua.

Ia berharap pelaksanaan BIAS 2026 Kota Kediri berjalan lancar sehingga semakin banyak anak usia sekolah memperoleh perlindungan dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. [nm/beq]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bocor! FIFA ASEAN Cup 2026 Digelar di Jakarta, Timnas Indonesia Bisa Turunkan Skuad Terbaik
• 9 jam lalu
0
thumb
Apartemen di Jaksel Jadi Gudang Vape Narkoba
• 11 jam lalu
0
thumb
Pembentukan URI Tak Dibahas di DPR, Sekjen PDIP Ungkit Kajian Kebijakan Pemerintah
• 4 jam lalu
0
thumb
Libur Nasional, 2 Tanggal Merah dan Rincian Long Weekend di Kalender Agustus 2026
• 15 jam lalu
0
thumb
Perry Warjiyo Mundur, Ini Deretan Kebijakan yang Jadi Warisannya di BI
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.