Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat memasifkan patroli terpadu darat dan udara guna mendeteksi titik panas serta mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di sejumlah wilayah provinsi tersebut.
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar Daniel mengatakan tim gabungan telah melakukan pemadaman karhutla di Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, Sanggau, Sambas, Kayong Utara, dan Kota Pontianak.
"Tim gabungan telah melakukan pemadaman karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalbar, seperti Kabupaten Kubu Raya, Ketapang, Sanggau, Sambas, Kayong Utara, dan Kota Pontianak," ungkap Daniel di Pontianak, Selasa.
Ia menjelaskan patroli melibatkan Satgas darat dan udara bersama BPBD Kalbar, Manggala Agni, TNI, Polri, BMKG, relawan pemadam kebakaran swasta, serta sejumlah instansi terkait.
Daniel menuturkan patroli dilakukan sejak pagi hingga keesokan harinya untuk memastikan kondisi di lapangan dan mempercepat penanganan karhutla.
"Penanganan karhutla oleh Satgas Terpadu ini agar bandara, pelabuhan, dunia pendidikan, dan kesehatan tidak ikut terdampak akibat karhutla. Kondisi inilah yang sangat kita utamakan dan hindari," ujarnya.
Daniel mengatakan penanganan karhutla di Kalbar tidak hanya dilakukan saat kebakaran terjadi, tetapi telah dimulai sejak Januari 2026 melalui berbagai upaya pencegahan dan mitigasi.
BPBD Kalbar mengimbau masyarakat agar mematuhi ketentuan pembukaan lahan sesuai Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pembukaan Lahan Perladangan Berbasis Kearifan Lokal.
"Kami mendorong kepada masyarakat maupun siapapun itu agar dalam pembukaan lahan harus disertai dengan ketentuan yang berlaku sesuai dengan Perda Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pembukaan Lahan Perladangan Berbasis Kearifan Lokal," katanya.
Daniel menegaskan ketentuan dalam Perda Nomor 1 Tahun 2022 tidak berlaku untuk aktivitas pembukaan perkebunan di lahan gambut sehingga kegiatan tersebut tetap harus mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku.
BPBD Kalbar memastikan patroli terpadu akan terus diperkuat melalui koordinasi antara Satgas darat dan udara bersama seluruh unsur terkait untuk mendeteksi serta menangani potensi karhutla sedini mungkin.





Komentar (0)