Beijing (ANTARA) - Industri elektronik China membukukan peningkatan laba sebesar 96,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada paruh pertama (H1) 2026, dan memberikan kontribusi 8,5 poin persentase terhadap pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan industri utama secara keseluruhan, ungkap Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) China pada Senin (27/7).
Didorong oleh meluasnya adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan peningkatan permintaan terhadap daya komputasi, laba industri manufaktur komputer dan manufaktur peralatan periferal komputer (termasuk mouse, kibor, dan monitor) masing-masing melonjak 689,3 persen dan 305,8 persen dari setahun sebelumnya.
Dalam industri manufaktur perangkat elektronik, laba manufaktur sirkuit terpadu (IC) melonjak 2.579,5 persen, sementara laba manufaktur perangkat semikonduktor diskret, seperti transistor dan dioda, meningkat 31,2 persen.
Dalam sektor komponen elektronik, laba manufaktur material elektronik khusus naik 209,7 persen, sementara laba manufaktur sirkuit elektronik mencatatkan kenaikan sebesar 26,9 persen.
Data pada Senin juga menunjukkan laba perusahaan-perusahaan industri utama China, atau mereka yang memiliki pendapatan bisnis utama tahunan sedikitnya 20 juta yuan (1 yuan = Rp2.658) atau sekitar 2,95 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp17.995), meningkat 18,7 persen (yoy) pada H1.
Ahli statistik NBS Yu Weining menyatakan bahwa meski mencatatkan pertumbuhan yang stabil, lingkungan eksternal masih kompleks dan tidak menentu, dengan harga komoditas internasional masih rentan terhadap fluktuasi. Perusahaan-perusahaan industri juga menghadapi sejumlah tantangan, termasuk permintaan pasar yang belum memadai dan tekanan terhadap perputaran modal.
Ke depannya, China akan terus mengembangkan industri emerging dan masa depan, meningkatkan industri-industri tradisional, mempercepat penggantian mesin penggerak pertumbuhan lama dengan yang baru, serta mendorong pembangunan ekonomi industri yang berkualitas tinggi, kata Yu.
Didorong oleh meluasnya adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan peningkatan permintaan terhadap daya komputasi, laba industri manufaktur komputer dan manufaktur peralatan periferal komputer (termasuk mouse, kibor, dan monitor) masing-masing melonjak 689,3 persen dan 305,8 persen dari setahun sebelumnya.
Dalam industri manufaktur perangkat elektronik, laba manufaktur sirkuit terpadu (IC) melonjak 2.579,5 persen, sementara laba manufaktur perangkat semikonduktor diskret, seperti transistor dan dioda, meningkat 31,2 persen.
Dalam sektor komponen elektronik, laba manufaktur material elektronik khusus naik 209,7 persen, sementara laba manufaktur sirkuit elektronik mencatatkan kenaikan sebesar 26,9 persen.
Data pada Senin juga menunjukkan laba perusahaan-perusahaan industri utama China, atau mereka yang memiliki pendapatan bisnis utama tahunan sedikitnya 20 juta yuan (1 yuan = Rp2.658) atau sekitar 2,95 juta dolar AS (1 dolar AS = Rp17.995), meningkat 18,7 persen (yoy) pada H1.
Ahli statistik NBS Yu Weining menyatakan bahwa meski mencatatkan pertumbuhan yang stabil, lingkungan eksternal masih kompleks dan tidak menentu, dengan harga komoditas internasional masih rentan terhadap fluktuasi. Perusahaan-perusahaan industri juga menghadapi sejumlah tantangan, termasuk permintaan pasar yang belum memadai dan tekanan terhadap perputaran modal.
Ke depannya, China akan terus mengembangkan industri emerging dan masa depan, meningkatkan industri-industri tradisional, mempercepat penggantian mesin penggerak pertumbuhan lama dengan yang baru, serta mendorong pembangunan ekonomi industri yang berkualitas tinggi, kata Yu.






Komentar (0)