Direktur BTN nilai minat masyarakat memiliki rumah tetap tinggi

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Hirwandi Gafar menilai minat masyarakat untuk memiliki rumah tetap tinggi hingga akhir 2026.

"Sampai akhir tahun, kalau dilihat dari keinginan masyarakat untuk memiliki rumah, masih tinggi," kata Hirwandi seusai Seminar Nasional ISEI Jakarta Komisariat Perbanas di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, apabila pasokan rumah baru terbatas, masyarakat masih dapat mempertimbangkan rumah sekunder karena transaksi pada segmen tersebut juga cukup tinggi.

BTN juga tengah menyusun basis data antrean calon pembeli rumah yang dipadukan dengan rekam jejak menabung guna mengukur kemampuan calon debitur membayar angsuran setiap bulan.

"Nanti kami akan tahu dengan rekam jejak dia menabung, sebenarnya kemampuannya berapa setiap bulannya," ungkapnya.

Menurut Hirwandi, pendekatan tersebut dapat membantu BTN mengukur kapasitas keuangan calon nasabah sekaligus menyiapkan pembiayaan yang sesuai dengan kemampuannya.

Di sisi lain, data Bank Indonesia menunjukkan pertumbuhan kredit pemilikan rumah dan apartemen (KPR/KPA) industri perbankan melambat menjadi 4,4 persen (year on year/yoy) pada Juni 2026 dari 4,7 persen (yoy) pada Mei 2026, meski kredit properti secara keseluruhan masih tumbuh 17,6 persen (yoy).

Hirwandi mengatakan perlambatan KPR dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain ketersediaan lahan, proses perizinan, serta ketentuan mengenai lahan sawah yang dilindungi.

Selain itu, masyarakat tengah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan lainnya. Kondisi perekonomian juga turut memengaruhi, tetapi dampaknya terhadap permintaan rumah dinilai tidak terlalu besar.

"Banyak faktor sebetulnya. Misalnya, di KPR subsidi sekarang masalah lahan juga menjadi masalah dari sisi perizinan. Apalagi sekarang ada isu lahan sawah dilindungi, itu juga memengaruhi," ujarnya.

Di tengah perlambatan tersebut, kualitas pembiayaan perumahan bersubsidi BTN masih terjaga. Hirwandi mengatakan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) KPR subsidi per Juni 2026 berada di kisaran 1 persen.

Sementara itu, NPL kredit konsumer BTN secara keseluruhan tercatat sekitar 2,7 persen pada periode yang sama.

"Kualitas KPR subsidi per Juni sekitar 1 persen. Kemudian, kredit konsumer secara keseluruhan juga bagus, di 2,7 persen," katanya.

Lebih lanjut, perseroan menargetkan bisnis perbankan konsumer tumbuh sekitar 8–10 persen sepanjang 2026.

Hirwandi menyebut perseroan terus menjaga likuiditas melalui pengelolaan aset dan liabilitas meskipun kondisi pendanaan di industri perbankan cukup menantang.

Ia menambahkan BTN akan terus memperkuat kerja sama dengan pengembang serta mengembangkan basis data calon pembeli rumah yang dipadukan dengan rekam jejak menabung untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan perumahan.



Baca juga: Penyaluran KUR Perumahan BRI per Juli capai 88,3 persen dari target

Baca juga: BTN: Perbankan mampu jalankan KPR FLPP tenor hingga 40 tahun

Baca juga: BTN dan BSN salurkan kredit FLPP 67.518 unit rumah hingga akhir Juni


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perkuat Ekosistem Pendidikan, MM FEB UI dan Yayasan Mochamad Thohir Resmikan At Thohir Vidya Loka
• 2 jam lalu
0
thumb
Jangan Asal Ikut Tren Rambut, Personalisasi Jadi Kunci
• 8 jam lalu
0
thumb
Akademisi, Pengamat, dan Permahi Soroti Penanganan Kasus Eks Jampidsus, Ingatkan Pentingnya Menjaga Rasa Keadilan Publik
• 17 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Usut Pemesan dan Aliran Dana Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks dan Provokasi
• 7 jam lalu
0
thumb
SiCepat Masuk Bisnis Logistik, Target Sumbang Hingga 10% Pendapatan
• 42 menit lalu
0
Berhasil disimpan.