BEKASI, KOMPAS.com – Setiap hari sejak pukul 05.00 WIB, dapur Rumah Makan Yayasan Damaris Pancasila Indonesia di Jalan Raya Pekayon, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, mulai dipenuhi aktivitas.
Puluhan relawan menyiapkan bahan makanan yang kemudian diolah menjadi sekitar 100 porsi makan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Di balik setiap piring nasi yang tersaji, terdapat donasi dari masyarakat yang dipercayakan kepada Yayasan Damaris Pancasila Indonesia. Bantuan tersebut tidak disalurkan dalam bentuk uang, melainkan diolah menjadi makanan siap santap yang dibagikan setiap hari.
Baca juga: Tak Ada Syarat, Siapa Pun Boleh Makan Gratis di Rumah Makan Damaris Bekasi
"Kami murni sosial dan menyalurkan dari para donatur ya. Jadi donatur mentransfer ke rekening yayasan, dan sukarelawan menyampaikan kepada orang yang kurang mampu di jalanan, pemulung, ojek, dan lain-lainnya," ujar Koordinator Wilayah Jabodetabek Yayasan Damaris Pancasila Indonesia, Erna Agustin, kepada Kompas.com, Senin (27/7/2026).
Menurut Erna, setiap hari relawan menyiapkan sekitar 100 porsi makanan. Namun, apabila bahan makanan yang tersedia masih mencukupi, jumlah tersebut dapat ditambah agar lebih banyak masyarakat yang terbantu.
KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA Sebanyak 100 porsi makanan disiapkan setiap hari oleh relawan Yayasan Damaris Pancasila Indonesia. Setiap paket berisi nasi, lauk, sayur, buah, dan air mineral. Senin (27/7/2026).
"Semua yang membutuhkan boleh datang. Yang penting dapat kupon. Kalau kupon habis berarti jatah hari itu habis. Tapi kadang-kadang tim memasak lebih," kata Erna.
Menu yang disajikan pun tidak dibuat seadanya. Yayasan menerapkan standar operasional agar makanan yang diterima warga tetap bergizi dan layak konsumsi. Setiap porsi terdiri atas nasi, lauk ayam, sayur, satu lauk pendamping, buah, dan air mineral.
Erna mengatakan, kualitas makanan menjadi perhatian utama yayasan. Karena itu, seluruh makanan dipastikan masih layak dikonsumsi sebelum dibagikan kepada masyarakat.
"Kalau makanan tidak layak, tentu tidak akan kami bagikan karena kami membawa nama yayasan," ujarnya.
Program makan gratis tersebut telah berjalan hampir tujuh tahun. Sebelum memiliki rumah makan tetap di Jatiasih, para relawan lebih dulu membagikan sekitar 100 hingga 200 bungkus makanan di jalanan setiap malam sejak sebelum pandemi Covid-19.
Seiring berjalannya waktu, konsep tersebut kemudian diubah menjadi rumah makan agar masyarakat dapat menikmati makanan di tempat yang lebih nyaman.
Baca juga: Dimediasi Dasco, PWI Akan Cabut Laporan Hotman Paris Diduga Hina Wartawan
"Ya karena kami berpikir biar bisa menikmati makanan di ruangan yang ber-AC," kata Erna.
Saat ini, Yayasan Damaris Pancasila Indonesia memiliki titik pelayanan di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, serta di Jawa Barat, di antaranya Cibubur, Depok, Parung, serta tiga titik pelayanan di Bekasi.
Selama hampir tujuh tahun menjalankan program tersebut, Erna mengaku banyak menyaksikan secara langsung bagaimana donasi dari masyarakat mampu menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan.
KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA Koordinator Wilayah Jabodetabek Yayasan Damaris Pancasila Indonesia, Erna Agustin saat memberikan informasi terkait program makan gratis yang menyediakan 100 porsi perharinya untuk masyarakat yang membutuhkan. Senin (27/7/2026).
Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah ketika bertemu seorang anak di Jakarta Selatan yang mengaku tidak makan berhari-hari setelah kehilangan orangtuanya.
Komentar (0)