HARIAN.FAJAR.CO.ID, TOKYO—Jepang mengeluarkan peringatan tsunami setelah gempa berkekuatan 7,1 Magnitudo menghantam Kumamoto di pulau utama selatan Kyushu.
Badan Meteorologi Jepang mengatakan peringatan tsunami untuk gelombang hingga 1 meter berlaku setelah gempa tersebut.
Pemerintah Jepang telah mengeluarkan peringatan darurat gempa bumi untuk prefektur di seluruh pulau Kyushu, termasuk Nagasaki, Kagoshima, Fukuoka, Saga, Oita, Miyazaki, dan Kumamoto sendiri.
Peringatan tsunami telah dikeluarkan untuk Laut Ariake dan Yatsushiro, dengan perintah bagi warga untuk mengevakuasi daerah pesisir.
“Laut dan daerah dekat pantai berbahaya. Segera menjauh dari pantai. Selain itu, sampai peringatan dicabut, jangan memasuki laut atau mendekati pantai,” demikian bunyi peringatan tersebut dikutip dari Independent.
Operator kereta api JR Kyushu mengatakan telah menangguhkan layanan, termasuk kereta cepat Shinkansen, setelah gempa, sementara Kyushu Electric Power mengatakan tidak ada laporan tentang ketidaknormalan di pembangkit listrik tenaga nuklir Sendai dan Genkai.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mendesak warga untuk menghindari garis pantai.
Ia mengatakan pemerintahnya telah membentuk gugus tugas untuk mengumpulkan informasi, menilai kemungkinan kerusakan, dan mempersiapkan operasi penyelamatan jika diperlukan.
“Kami menempatkan nyawa manusia sebagai prioritas utama,” kata Takaichi.
Ia mendesak warga di daerah yang mengalami guncangan terkuat untuk terus berhati-hati, mengingat kemungkinan gempa susulan yang kuat. (amr)






Komentar (0)