MAKASSAR, HARIAN FAJAR — Mendidik dan membimbing anak memerlukan pemahaman yang mendalam mengenai tumbuh kembang serta tantangan zamannya. Orang tua dituntut untuk tidak hanya menuntun, tetapi juga memahami keinginan serta karakter anak sejak dini.
Pesan tersebut ditegaskan oleh Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ir. Hj. Apiaty K. Amin Syam, M.Si, dalam Peringatan Hari Anak Nasional yang digelar di Balai Kencana Makassar, Senin, 27 Juli.
Acara yang mengusung tema “Optimalisasi Peran Ibu BKOW: Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depannya” ini menekankan pentingnya peran bijak seorang ibu dalam mengarahkan masa depan anak tanpa memaksakan kehendak.
IBU ANDALAN. Pengurus dan anggota BKOW pada Acara Peringatan Hari Anak Nasional di Balai Kencana, MakassarMendidik Tanpa Memaksa
Menurut Apiaty, orang tua harus mampu menelaah dan membedakan antara kebutuhan dan sekadar keinginan anak. “Ibu harus bersikap bijak dan menelaah apa keinginan anak, namun bukan berarti semua harus dituruti. Masih ada orang tua yang memanfaatkan anak untuk mencari nafkah. Hal itu salah. Anak harus diajarkan hal-hal positif yang menyenangkan dan sesuai dengan kemampuannya,” tegas anggota DPRD Kota Makassar ini.
Guru Besar Universitas Pepabri Makassar ini menambahkan, BKOW Sulsel berkomitmen untuk terus merangkul dan memberikan pemahaman kepada para orang tua agar setiap anak mendapatkan pengayoman dan bimbingan yang layak.
Tiga Tahap Penting Mendidik Anak Berdasarkan Usia
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua BKOW Sulsel, Dr. dr. Hj. Fitriah Zainuddin, M.Kes, menyoroti pentingnya edukasi bagi orang tua (parenting) sebelum mendidik anak-anaknya.
Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) ini membagikan 3 fase penting pola asuh anak berdasarkan usianya:
- Usia 0 – 7 Tahun (Fase Pelayanan): Orang tua berperan penuh sebagai pelayan yang memberikan kasih sayang, kenyamanan, dan rasa aman kepada anak.
- Usia 7 – 14 Tahun (Fase Pendisiplinan): Waktunya menanamkan kedisiplinan, aturan, serta nilai-nilai agama dan moral secara konsisten.
- Usia 14 – 21 Tahun (Fase Sahabat): Orang tua memposisikan diri sebagai teman atau sahabat bertukar pikiran, mendengarkan keluh kesah, dan memberikan arahan tanpa menggurui.
“Anak-anak butuh keteladanan dan pembiasaan. Tidak ada kata berhenti belajar bagi orang tua. Selain ikhtiar mendidik, doa seorang ibu adalah kunci utama yang langsung menembus langit,” pungkas mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Provinsi Sulawesi Selatan ini. (*Nin)






Komentar (0)