Hadirkan Edukasi Kesehatan Berbasis Virtual Reality (VR) Bagi Penyandang Diabetes

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Tim dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) menghadirkan inovasi edukasi kesehatan berbasis Virtual Reality (VR).

Ini kepada penyandang diabetes dalam kegiatan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang digelar di Desa Tino, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Minggu, 26 Juli 2026.

Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Kelompok Diabetes melalui Edukasi Berbasis Virtual Reality dan Pembuatan Cookies Kelor–Kayu Manis Rendah Gula” tersebut diikuti oleh 30 peserta yang tergabung dalam Kelompok Diabetes (Prolanis) wilayah kerja Puskesmas Tino.

Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan beberapa kali selama periode kegiatan Mei – Juli 2026.

Ketua Tim PKM, Nur Wahyuni Munir, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.MB, mengatakan bahwa penggunaan teknologi Virtual Reality merupakan inovasi dalam penyuluhan kesehatan yang memberikan pengalaman belajar lebih menarik dan mudah dipahami masyarakat, khususnya kelompok usia lanjut.

“Peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga dapat melihat secara langsung melalui teknologi Virtual Reality bagaimana diabetes dapat memengaruhi tubuh serta langkah-langkah pengelolaannya. Dengan cara ini diharapkan pemahaman masyarakat menjadi lebih baik,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim yang juga beranggotakan Dr. Sitti Patimah, SKM., M.Kes menjelaskan tentang kandungan gizi daun kelor dan Ahmad Martani, S.Kom., M.kom. Menjelaskan cara penggunaan kacamata VR.

Edukasi VR berisi pengelolaan diabetes, pentingnya pola makan sehat, aktivitas fisik, kepatuhan minum obat, pengelolaan stresmelalui Cognitive Behavioural Therapy (CBT), hingga pencegahan komplikasi.

Kegiatan didampingi oleh petugas dari Puskesmas Tino. Tidak hanya itu, peserta juga mengikuti praktik pembuatan cookies rendah gula berbahan daun kelor dan kayu manis.

Ini sebagai alternatif camilan sehat bagi penyandang diabetes sekaligus membuka peluang usaha berbasis pangan lokal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pretest dan diakhiri dengan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah mengikuti edukasi dan pelatihan. Antusiasme peserta juga terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi selama kegiatan berlangsung.

Tim Pengabdi menyerahkan alat teknologi kepada mitra diantaranya ember kacamata VR, oven, mixer, dan lainnya.

Program ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026 yang memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek).

Salah satu peserta mengatakan bahwa edukasi melalui VR membuat gambar dan tulisan pada video terlihat lebih jelas dan menarik.

Nur Wahyuni berharap inovasi edukasi berbasis Virtual Reality dapat terus dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kesehatan masyarakat sehingga mampu meningkatkan kesadaran dan kepatuhan penyandang diabetes dalam mengendalikan penyakitnya.(wis)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Lebih dari 60 persen penduduk RI masih rentan hepatitis B
• 23 jam lalu
0
thumb
Karimata dan Krakatau Bakal Reuni Satu Panggung di JGTC The Series
• 23 jam lalu
0
thumb
Pjs Gubernur BI Destry Damayanti Beberkan Arahan Prabowo usai Ratas di Istana
• 20 jam lalu
0
thumb
H-4 Penutupan LPDP Tahap 2 2026, Cek 3 Kesalahan Fatal Ini Agar Tidak Gugur Seleksi Administrasi!
• 2 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Jadikan Koperasi Desa Simpul Distribusi Pangan dan Subsidi
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.