KDM Kunjungi Keluarga Satpam yang Ditemukan Tewas Saat Bertugas di Jatiluhur

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengunjungi rumah Sumarna, petugas keamanan (satpam) yang ditemukan tewas saat bertugas di kawasan Bendungan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Dalam kunjungan tersebut, Dedi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus menyoroti lemahnya sistem keamanan di proyek strategis nasional tersebut.

Saat berbincang dengan keluarga korban, Dedi menggali aktivitas terakhir Sumarna sebelum berangkat bekerja. Dari keterangan sang istri, korban bekerja sebagai petugas keamanan di bawah Yayasan RPP dan bertugas di kawasan Bintang Kencana, dekat kawasan Indorama, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Sumarna menerima gaji sekitar Rp 4 juta per bulan dengan status pekerja kontrak.

Istri korban mengaku suaminya tidak menunjukkan gelagat mencurigakan sebelum berangkat bekerja. Namun, ia sempat mengeluhkan kondisi tubuhnya yang kelelahan setelah menjalani sif malam.

"Keluhannya cuma kelihatannya kayak capek gitu. Berangkatnya juga agak kemaleman," ujar istri korban.

Sebelum berangkat bekerja, lanjutnya, Sumarna juga sempat mengantar anak mereka ke sekolah dan berpesan agar diingatkan menghadiri rapat Perlindungan Masyarakat (Linmas) di desanya. Selain bekerja sebagai satpam, korban juga merupakan anggota Linmas.

Dalam kesempatan itu, Dedi turut menanyakan perkembangan penyelidikan kasus kepada aparat setempat. Ia mendapat informasi bahwa hingga kini pelaku belum berhasil diidentifikasi.

"Berarti sekarang pelakunya belum?" tanya Dedi.

"Belum, belum teridentifikasi siapa," jawab Lurah yang ikut mendampingi Dedi.

Soroti CCTV di Bendungan Jatiluhur

Dedi kemudian mempertanyakan sistem pengamanan di lokasi kejadian. Menurut aparat setempat, kawasan tersebut belum dilengkapi kamera pengawas (CCTV) dan penerangannya juga dinilai kurang memadai.

"CCTV enggak ada," ujar Lurah.

Mendengar penjelasan tersebut, Dedi menyayangkan minimnya fasilitas keamanan di kawasan Bendungan Jatiluhur yang merupakan objek vital nasional.

"Itu kan daerah vital. Bendungan, tanggul. Di tanggulnya enggak dipasang CCTV? Ya Allah, ya Rabbi," kata Dedi.

Ia menilai pengelola kawasan seharusnya memastikan sistem keamanan di wilayah operasionalnya berjalan optimal, termasuk dengan memasang CCTV dan menyediakan penerangan yang memadai.

"PJT masa tidak punya, seluruh ini daerah strategis, daerah vital yang menyangkut keamanan Indonesia. Ini institusi yang menghasilkan listrik," ujar politikus Golkar ini.

Dedi menegaskan pembangunan dan pemeliharaan sistem keamanan di kawasan tersebut merupakan tanggung jawab pengelola. Menurutnya, pemerintah provinsi memiliki kewenangan terhadap jalan provinsi, sedangkan pengamanan objek vital harus menjadi perhatian institusi yang mengelolanya.

Latar Belakang Kasus

Sumarna ditemukan tewas di kawasan Bendungan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, pada 24 Juli 2026. Jasadnya ditemukan mengambang, masih mengenakan seragam lengkap dinas satpam, dengan kedua tangan dalam keadaan terborgol ke belakang.

Sebelum ditemukan tewas, warga setempat mendengar dia sempat menegur pelaku vandalisme di Tanggul Kayat yang biasa jadi tempat 'nongkrong'. Di media sosial muncul dugaan pelakunya adalah anak-anak remaja yang tak terima ditegur Sumarna. Namun, polisi masih terus menyelidiki kasus ini.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wamendiktisaintek Dorong Mahasiswa Unesa Jawab Persoalan Masyarakat Lewat Mobilitas Akademik
• 18 jam lalu
0
thumb
Studi temukan lingkungan asri bisa lindungi risiko depresi usia lanjut
• 8 jam lalu
0
thumb
Katy Perry Protes Penggunaan Firework di Video Militer Gedung Putih
• 3 jam lalu
0
thumb
Potret Bom Rusia Guncang SPBU di Ukraina, Api Berkobar Hebat
• 17 jam lalu
0
thumb
Honda Bakal Jual Super-ONE dalam Jumlah Terbatas
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.