Pemkot Jaksel Cegah Bullying hingga Kekerasan Remaja lewat Kanal Teman Cerita

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) meluncurkan kanal Teman Cerita. Program tersebut sebagai wadah konselor sebaya di sekolah untuk mencegah berbagai persoalan remaja, mulai dari perundungan (bullying), seks bebas, hingga kekerasan.

"Bukan hanya terkait kekerasan saja, tetapi juga bullying, kekerasan, seks bebas, narkoba, kesehatan reproduksi, hingga pendewasaan usia perkawinan menjadi objek edukasi anak-anak sebaya ini," kata Kepala Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Selatan Rizky Hamid dikutip dari Antara, Selasa, 28 Juli 2026.

Dia mengatakan kanal tersebut dibentuk agar pelajar memiliki ruang aman untuk menyampaikan persoalan kepada teman sebayanya yang telah mendapatkan pelatihan. Kanal 'Teman Cerita' diharapkan dapat membuka secara luas berbagai permasalahan yang ada di sekolah-sekolah.

Baca Juga :

Pemprov DKI Berkomitmen Buka Ruang Seluasnya untuk Penuhi Hak Anak
"Program ini diharapkan mampu mencegah berbagai persoalan yang kerap dialami remaja," ujar Rizky.

Dia menjelaskan siswa yang tergabung dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) akan dibekali kemampuan dasar untuk menerima curahan hati teman-temannya. Sekaligus, mengidentifikasi persoalan yang dihadapi.

Apabila ditemukan kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, kata dia, siswa tersebut akan menghubungkan temannya dengan layanan profesional, seperti UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) maupun layanan kesehatan.

Menurut Rizky, anggota konselor sebaya dipilih dari siswa yang memiliki kepedulian terhadap teman-temannya. Seperti pengurus OSIS maupun perwakilan kelas yang bersedia menjadi relawan.

Sejumlah siswa mencoba layanan Teman Cerita yang disediakan oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Jumlah konselor di setiap sekolah tidak dibatasi. Namun, rata-rata sekolah memiliki lima hingga tujuh anggota PIK-R yang akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan.

Selain itu, program tersebut dijalankan secara kolaboratif bersama Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas Pendidikan, serta Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan melalui sosialisasi yang dilakukan secara bertahap ke sekolah-sekolah di Jakarta Selatan.

Rizki menambahkan layanan Teman Cerita menggunakan sistem percakapan (chat) dengan akses gratis 24 jam. Sehingga siswa dapat menyampaikan persoalannya kepada konselor sebaya.

"Kita ingin memastikan anak-anak tidak curhat ke orang yang salah. Kalau memang membutuhkan penanganan lebih profesional, nanti akan disalurkan ke layanan yang sesuai," ungkap Rizky. 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Danantara Masuk KSSK, Ekonom Ingatkan Risiko Kaburnya Batas Kewenangan
• 11 jam lalu
0
thumb
Mengapa GOTO Masih Bertahan di Indeks Utama BEI, meski Likuiditas Disorot MSCI?
• 8 jam lalu
0
thumb
Maarten Paes Angkat Topi untuk Mitchell Baker usai Hattrick ke Gawang Kamboja di Piala AFF 2026: Kerja Bagus Anak Muda!
• 15 jam lalu
0
thumb
Misteri Kasus Pembunuhan Satpam di Waduk Jatiluhur Belum Terungkap, KDM Datangi Polres Purwakarta
• 17 jam lalu
0
thumb
Bahaya Nyata Menggunakan Ban Gundul
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.