Beijing (ANTARA) - Pemerintah China menyebut telah menyelamatkan 47 orang awak kapal Vietnam yang tenggelam di Laut China Selatan pada Jumat (24/7) malam.
"Pada 25 Juli, kapal penyelamat China Nanhai Jiu 115 menemukan dan menyelamatkan 29 awak kapal Vietnam yang mengalami kesulitan di perairan dekat Nansha Qundao. Hingga saat ini, kapal penyelamat China telah menyelamatkan 47 awak kapal Vietnam," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (27/7).
Kapal kargo Vietnam Khoi Nguyen 18, yang membawa 62 orang, tenggelam pada Kamis (24/7) malam di dekat Fiery Cross Reef, sebuah pulau buatan China dan pos militer di Kepulauan Spratly yang diperebutkan sejumlah negara.
"Kami segera mengirimkan beberapa kapal dan helikopter untuk melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan," tambah Lin Jian.
Setelah memberikan perawatan medis kepada para korban yang terluka, Lin Jian mengatakan tim penyelamat China menyerahkan semua personel yang diselamatkan kepada pihak Vietnam.
"Pihak Vietnam telah menyampaikan terima kasih kepada China. Kami mengetahui bahwa kapal Vietnam tersebut membawa 62 awak kapal ketika tenggelam pada malam 24 Juli. Pencarian terhadap mereka yang masih hilang masih berlangsung," ungkap Lin Jian.
Lin Jian mengatakan kapal penyelamat China segera memulai operasi penyelamatan setelah mengetahui adanya kapal Vietnam yang mengalami kesulitan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Pham Thu Hang mengatakan kapal tersebut "tenggelam saat beroperasi dalam kondisi cuaca buruk di Laut Cina Selatan,".
Penjaga Pantai Filipina mengatakan telah mengerahkan kapal patroli dan pesawat terbang untuk membantu mencari awak kapal yang hilang setelah menerima permintaan dari Vietnam.
Selain itu, kapal-kapal nelayan juga telah bergabung dalam pencarian dan keluarga para korban telah diberitahu mengenai musibah tersebut.
Juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Komodor Noemie Cayabyab, mengatakan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan penjaga pantai Vietnam “untuk informasi operasional lain yang dibutuhkan untuk memandu respons pencarian dan penyelamatan.”
Ia mengatakan penjaga pantai juga menggunakan sistem perencanaan pencarian untuk meningkatkan peluang menemukan awak kapal yang hilang dan telah mengeluarkan peringatan navigasi yang mendesak kapal-kapal yang melintasi daerah tersebut untuk tetap waspada dan membantu jika aman untuk melakukannya.
Penjaga Pantai Filipina mengatakan operasi tersebut dilakukan berdasarkan perjanjian maritim internasional dan kerja sama bilateral dengan Vietnam.
"Pada 25 Juli, kapal penyelamat China Nanhai Jiu 115 menemukan dan menyelamatkan 29 awak kapal Vietnam yang mengalami kesulitan di perairan dekat Nansha Qundao. Hingga saat ini, kapal penyelamat China telah menyelamatkan 47 awak kapal Vietnam," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (27/7).
Kapal kargo Vietnam Khoi Nguyen 18, yang membawa 62 orang, tenggelam pada Kamis (24/7) malam di dekat Fiery Cross Reef, sebuah pulau buatan China dan pos militer di Kepulauan Spratly yang diperebutkan sejumlah negara.
"Kami segera mengirimkan beberapa kapal dan helikopter untuk melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan," tambah Lin Jian.
Setelah memberikan perawatan medis kepada para korban yang terluka, Lin Jian mengatakan tim penyelamat China menyerahkan semua personel yang diselamatkan kepada pihak Vietnam.
"Pihak Vietnam telah menyampaikan terima kasih kepada China. Kami mengetahui bahwa kapal Vietnam tersebut membawa 62 awak kapal ketika tenggelam pada malam 24 Juli. Pencarian terhadap mereka yang masih hilang masih berlangsung," ungkap Lin Jian.
Lin Jian mengatakan kapal penyelamat China segera memulai operasi penyelamatan setelah mengetahui adanya kapal Vietnam yang mengalami kesulitan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Pham Thu Hang mengatakan kapal tersebut "tenggelam saat beroperasi dalam kondisi cuaca buruk di Laut Cina Selatan,".
Penjaga Pantai Filipina mengatakan telah mengerahkan kapal patroli dan pesawat terbang untuk membantu mencari awak kapal yang hilang setelah menerima permintaan dari Vietnam.
Selain itu, kapal-kapal nelayan juga telah bergabung dalam pencarian dan keluarga para korban telah diberitahu mengenai musibah tersebut.
Juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Komodor Noemie Cayabyab, mengatakan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan penjaga pantai Vietnam “untuk informasi operasional lain yang dibutuhkan untuk memandu respons pencarian dan penyelamatan.”
Ia mengatakan penjaga pantai juga menggunakan sistem perencanaan pencarian untuk meningkatkan peluang menemukan awak kapal yang hilang dan telah mengeluarkan peringatan navigasi yang mendesak kapal-kapal yang melintasi daerah tersebut untuk tetap waspada dan membantu jika aman untuk melakukannya.
Penjaga Pantai Filipina mengatakan operasi tersebut dilakukan berdasarkan perjanjian maritim internasional dan kerja sama bilateral dengan Vietnam.






Komentar (0)