UNVR membukukan kinerja yang lebih solid sepanjang Semester I-2026 dengan mencatatkan penjualan bersih dari operasi berkelanjutan mencapai Rp16,9 triliun.
IDXChannel - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan kinerja yang lebih solid sepanjang Semester I-2026 dengan mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba, sekaligus memperpanjang tren pertumbuhan menjadi empat kuartal berturut-turut.
Berdasarkan laporan kinerja perseroan yang dirilis Selasa (28/7/2026), penjualan bersih dari operasi berkelanjutan mencapai Rp16,9 triliun, meningkat 7,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan domestik sebesar 7,1 persen dengan pertumbuhan volume dasar mencapai 7,3 persen .
Di sisi profitabilitas, laba bersih dari operasi berkelanjutan meningkat 10,2 persen yoy menjadi Rp2,1 triliun, mencerminkan pertumbuhan laba dua digit di tengah kondisi pasar yang masih dinamis. Sementara itu, margin laba sebelum pajak tetap terjaga di level 15,7 persen .
Di luar biaya transformasi, margin laba sebelum pajak meningkat 45 basis poin menjadi 16,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Adapun margin kotor tercatat sebesar 46,6 persen , atau 47,7 persen jika tidak memperhitungkan biaya transformasi.
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, mengatakan capaian tersebut menunjukkan hasil dari strategi transformasi yang dijalankan perusahaan dalam memperkuat fundamental bisnis.
“Kinerja semester pertama 2026 mencerminkan hasil positif dari upaya kami memperkuat fundamental bisnis. Kami berhasil mencatatkan pertumbuhan positif baik pada penjualan maupun laba, didukung oleh pertumbuhan volume yang kuat, yang mencerminkan semakin baiknya eksekusi di pasar,” ujar Benjie dalam keterangan resminya.
Menurut perseroan, pemulihan bisnis didukung oleh implementasi tiga pilar strategi utama, yakni kategori produk, saluran penjualan, dan efisiensi biaya.
Pada sisi kategori, Unilever memperkuat daya saing melalui inovasi produk, strategi pemasaran berbasis digital, serta kolaborasi dengan kreator dan mitra yang relevan bagi konsumen. Hasilnya, 18 dari 24 merek yang dimiliki perseroan mencatatkan pertumbuhan pada Semester I-2026.
Selain itu, bisnis inti yang sebelumnya mengalami tekanan kini kembali bertumbuh, sementara segmen dengan pertumbuhan tinggi masih mencatatkan kenaikan dua digit.
Dari sisi saluran penjualan, pertumbuhan ditopang oleh seluruh kanal utama. Di segmen General Trade, peningkatan didorong oleh perluasan distribusi melalui agenda More Stores dan Better Stores. Sementara Modern Trade mencatatkan peningkatan berkat penguatan eksekusi dan aktivasi kategori.
Kanal Health & Beauty serta e-commerce juga terus menunjukkan momentum positif melalui portofolio produk yang lebih terdiferensiasi dan strategi pemasaran berbasis media sosial.
Adapun pada aspek biaya, perseroan terus menjalankan disiplin pengelolaan biaya, peningkatan produktivitas, serta penyesuaian harga secara terukur. Langkah tersebut memungkinkan perusahaan tetap berinvestasi pada penguatan merek dan pengembangan kapabilitas digital, sekaligus menjaga profitabilitas di tengah tekanan biaya.
Untuk sisa tahun 2026, Unilever Indonesia optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan melalui eksekusi strategi yang konsisten pada tiga pilar utama tersebut.
Benjie mengatakan perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis melalui portofolio merek yang kuat, efektivitas eksekusi pasar, serta produktivitas yang lebih tinggi.
“Ke depan, kami tetap fokus mendorong pertumbuhan yang kompetitif melalui eksekusi yang disiplin atas strategi Kategori, Saluran Penjualan, dan Biaya. Di tengah kondisi pasar yang masih dinamis, kami optimistis dapat terus memperkuat kinerja bisnis melalui fundamental yang semakin kokoh, portofolio merek yang kuat, eksekusi pasar yang lebih efektif, serta fokus berkelanjutan pada produktivitas,” ujar Benjie.
Perseroan menilai kombinasi penguatan merek, inovasi produk, perluasan distribusi, serta transformasi digital akan menjadi fondasi utama untuk menjaga pertumbuhan berkualitas sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
(Shifa Nurhaliza Putri)






Komentar (0)