3 Kesalahan Sepele Pengendara Motor yang Sering Berujung Kecelakaan

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor masih mendominasi di Indonesia. Meski banyak faktor yang menjadi penyebabnya, tidak sedikit insiden bermula dari kebiasaan berkendara yang dianggap sepele oleh pengendara.

Padahal, pelanggaran sederhana seperti menjaga jarak atau memberikan isyarat saat berpindah jalur dapat menentukan keselamatan di jalan. Karena itu, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri kembali mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin menerapkan aturan dasar berkendara.

Baca Juga :
Gagal Nyalip, Pemotor Terlindas Bus Transjakarta di Jaksel
Sering Diabaikan, Spion Motor Ternyata Wajib Dipasang Dua

Dikutip VIVA Otomotif Selasa 28 Juli 2026, ada tiga kebiasaan yang paling sering ditemukan di jalan dan berpotensi memicu kecelakaan. Ketiganya kerap dilakukan tanpa disadari, namun memiliki risiko besar bagi pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

Kesalahan pertama adalah tidak menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Banyak pengendara motor terbiasa melaju terlalu dekat, terutama di belakang mobil atau kendaraan besar, sehingga tidak memiliki ruang yang cukup untuk mengerem ketika kendaraan di depannya berhenti secara mendadak.

Kebiasaan kedua adalah berkendara di area blind spot kendaraan besar seperti truk dan bus. Posisi tersebut membuat pengendara motor tidak terlihat oleh sopir, sehingga risiko tersenggol saat kendaraan berbelok atau berpindah jalur menjadi lebih tinggi.

Salah satu kondisi yang paling sering terjadi adalah ketika pengendara menyalip dari sisi kiri atau berhenti terlalu dekat di belakang truk. Jika pengendara tidak dapat melihat kaca spion truk, besar kemungkinan sopir truk juga tidak dapat melihat keberadaan sepeda motor tersebut.

Kesalahan ketiga adalah berpindah jalur atau berbelok tanpa memberikan isyarat. Tidak menyalakan lampu sein dan tidak mengecek kondisi di sekitar sebelum bermanuver membuat pengendara lain kesulitan mengantisipasi pergerakan kendaraan.

Akibatnya, tabrakan samping maupun senggolan dengan kendaraan lain menjadi lebih mudah terjadi. Risiko tersebut semakin besar ketika kondisi lalu lintas sedang padat atau kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.

Melalui imbauannya, Korlantas Polri meminta seluruh pengendara untuk selalu menjaga jarak aman, menghindari area blind spot kendaraan besar, serta menyalakan lampu sein sebelum berpindah jalur atau berbelok. Langkah sederhana tersebut dinilai mampu mengurangi risiko kecelakaan dan menciptakan lalu lintas yang lebih aman bagi semua pengguna jalan.3 Kesalahan Sepele Pengendara Motor yang Sering Berujung Kecelakaan

Baca Juga :
Penerapan Kebijakan Zero ODOL Jadi Momentum Perluas Agenda Keselamatan Transportasi
Detik-detik Mobil Boks Hantam Sejumlah Motor di MT Haryono, 4 Pemotor Jadi Korban
Penjualan Sepeda Motor Naik Lagi

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Airlangga Usul Sawit Tak Kena Tarif Trump 10%, Komoditas Lain?
• 19 jam lalu
0
thumb
Kemensos-Jarnas Anti TPPO Teken MoU Lindungi Korban Perdagangan Orang
• 18 jam lalu
0
thumb
PBTI Matangkan Tiga Atlet Menuju Asian Games 2026 Lewat Rangkaian Kejuaraan Internasional
• 17 jam lalu
0
thumb
Hormati Para Korban, Megawati Tabur Bunga Usai Resmikan Monumen Kudatuli
• 21 jam lalu
0
thumb
Profil Mitchell Baker yang Hattrick di Debut Timnas Indonesia, Dua Pekan Usai Naturalisasi
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.