Indonesia Sabet Dua Emas dan Satu Perak di World Cup Woodball 2026

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Tim Woodball Indonesia membuka langkah di World Cup Woodball Championship 2026 yang digelar di Perlis, Malaysia, dengan hasil positif. Dua medali emas dan satu perak berhasil dikantongi, dan peluang menambah medali masih terbuka lewat sejumlah nomor yang belum rampung.

Aang Sunadji, Ketua Umum Indonesia Woodball Association (IWbA), mengapresiasi performa para atlet yang tampil solid di level dunia.

“Keberhasilan meraih dua medali emas dan terciptanya All Indonesian Final menunjukkan bahwa pembinaan woodball Indonesia berada di jalur yang tepat,” kata Aang dalam keterangan resmi yang dilansir Antara, Senin (27/7/2026).

Emas pertama datang dari nomor Fairway Men’s Team, hasil kerja sama Eka Candra Aprilyanto, Moh Habibullah, Fachri Husaini, I Gede Prabawa Mapet Darma Nugraha, Erif Nurachmad Satrio Mulya, dan Ahmad Yopi Solpianda.

Di nomor Fairway Women’s Double, Indonesia bahkan menciptakan All Indonesian Final, dua pasangan Merah Putih, Nur’Izza/Ardin dan Bibit Setyaningati/Ika Yulianingsih, saling berhadapan di partai puncak. Bibit Setyaningati/Ika Yulianingsih tampil sebagai juara dan membawa pulang emas, sementara Nur’Izza/Ardin mengamankan perak.

Peluang tambahan medali masih terbuka lebar. Di nomor Stroke, wakil Indonesia di kategori single stroke putra dan putri sudah melangkah ke final. Sementara itu, nomor double putra, double putri, dan mixed double stroke masih akan dipertandingkan dalam beberapa hari ke depan.

IWbA optimistis para atlet bisa mempertahankan performa terbaik hingga akhir kejuaraan, sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama woodball dunia.

“Perjuangan belum selesai. Masih ada beberapa nomor yang akan dimainkan dan peluang meraih emas masih sangat terbuka. Kami berharap seluruh atlet tetap fokus, menjaga kondisi, dan tampil maksimal hingga akhir kejuaraan,” ujar Aang.

Sekadar informasi, Woodball adalah olahraga mirip golf yang menggunakan peralatan dari kayu, bertujuan memasukkan bola ke dalam gawang dengan jumlah pukulan sesedikit mungkin. Olahraga ini diciptakan di Taiwan pada tahun 1990-an dan masuk ke Indonesia sekitar tahun 2005–2006.(ant/iss/ham)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ramalan Zodiak 29 Juli 2026: Libra Ketiban Durian Runtuh, Capricorn Harus Sabar
• 7 jam lalu
0
thumb
Entitas Garuda (GMFI) Kuasi Reorganisasi Rp 9,2 T, Buka Peluang Bagi Dividen?
• 1 jam lalu
0
thumb
Cuaca Ekstrem Pengaruhi Produksi Perikanan Tangkap di PPN Kwandang
• 3 jam lalu
0
thumb
Satpol PP Solo Sita Ratusan Miras Ilegal Berkemasan Cup Plastik, Toko Ditutup
• 15 jam lalu
0
thumb
Pencuri Ayam di Bali Sempat Serahkan Uang Gedung Sekolah Anak Rp 2,7 Juta
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.