BRI Kucurkan KUR Perumahan Rp 880 Miliar ke 7.100 Nasabah di Akad Massal Jateng

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp 880 miliar kepada sekitar 7.100 debitur dalam rangkaian akad massal pembiayaan rumah di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Kamis (30/7) mendatang.

Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan, penyaluran KUR Perumahan di Batang merupakan bentuk dukungan BRI terhadap program perumahan yang dijalankan pemerintah.

“Insyaallah kita akan menyalurkan sebesar Rp 880 miliar, total 7.100 penerima, di kredit program perumahan (KPP) ini,” kata Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto usai rapat bersama Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) di Menara BRI, Senin (27/7).

Aris menjelaskan BRI berkomitmen mendukung program pemerintah ini untuk bisa menjalankan ekosistem perumahan dengan bunga yang sangat terjangkau.

“Dan ini juga men-support ekosistem perumahan karena tidak hanya dari sisi supply, tapi juga dari sisi demand. Jadi intinya kita men-support program pemerintah ini untuk bisa mendapatkan perumahan yang lebih baik, dan lebih penting lagi adalah lepas dari rentenir,” ujar Aris.

Sementara, Ara mengatakan akad massal di Batang merupakan kegiatan ketiga yang digelar pemerintah setelah pemerintah menggelar akad massal untuk 26.000 rumah subsidi di Bogor pada September 2025, kemudian dilanjutkan dengan akad 50.030 rumah subsidi di Serang yang dibiayai melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Pada kegiatan di Batang, pemerintah menargetkan sebanyak 62.000 unit rumah akan diakadkan.

Menurut Ara, penyelenggaraan akad massal ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari BP Tapera, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), perbankan, pengembang, pemerintah daerah, hingga Badan Pusat Statistik (BPS).

"Terima kasih kepada seluruh ekosistem, BP Tapera, SMF, perbankan, developer, pemerintah daerah, Kementerian Dalam Negeri, dan BPS yang telah membantu sehingga acara ketiga ini dapat terlaksana," ujar Maruarar.

Dalam kesempatan itu, Ara juga menyoroti perkembangan KUR Perumahan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Skema pembiayaan tersebut ditujukan untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor perumahan, seperti kontraktor, pengembang, hingga toko bahan bangunan.

Ara mengatakan meski program ini belum genap berjalan satu tahun, tingkat penyerapannya dinilai sangat tinggi. Karena itu, pemerintah meningkatkan kuota KUR Perumahan dari sekitar Rp 36 triliun menjadi Rp 50 triliun.

"Serapannya sangat tinggi. Bahkan lebih dari 50 persen penyalurannya dilakukan oleh bank BRI. Karena itu kami membangun kolaborasi antara Kementerian PKP, BP Tapera, dan BRI," katanya.

Ia menambahkan, seluruh data penerima dalam akad massal telah diverifikasi secara rinci, mulai dari identitas penerima, alamat rumah, bank penyalur, tenor pinjaman, hingga detail pekerjaan para debitur.

“Detailnya sudah jelas semuanya termasuk pekerjaannya apa, tadi ada yang buruh, ada semuanya dalam data yang 62.000 tadi,” ujarnya.

BRI Salurkan KUR Perumahan Rp 10,9 T hingga 26 Juli

Lebih lanjut, Aris mengungkapkan hingga 26 Juli 2026 perseroan telah menyalurkan KUR Perumahan sebesar Rp 10,9 triliun dari target Rp 12 triliun yang diberikan pemerintah kepada BRI.

"Jadi dengan angka tersebut, saya pikir target ini akan bisa dicapai, ya, mudah-mudahan di tahun ini ," ujar Aris.

Ia mengatakan, optimisme tersebut didukung oleh luasnya jaringan kantor BRI, basis nasabah yang besar, serta pengalaman perseroan sebagai bank yang fokus melayani segmen UMKM.

"BRI memiliki jaringan yang luas, jumlah nasabah yang besar, dan DNA-nya itu adalah melayani nasabah UMKM," katanya.

Aris menilai BRI memiliki posisi yang kuat dalam mendukung penyaluran KUR Perumahan. Menurut dia, program tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi nasabah BRI, tetapi juga mendukung program pemerintah secara lebih luas, khususnya dalam memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rekam Jejak Perry Warjiyo, Gubernur BI yang Mengakhiri Pengabdian Setelah 42 Tahun
• 20 jam lalu
0
thumb
Melihat Kisah Kedatangan Alien ke Tanah Jawa di Indonesia UFO Festival 2026
• 11 jam lalu
0
thumb
Kemarin, Perry Warjiyo mundur sebagai Gubernur BI hingga ratas
• 14 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks dan Provokasi, 8 Orang Jadi Tersangka
• 17 jam lalu
0
thumb
HUT ke-79 Kemnaker: Penguatan Vokasi dan Green Office Jadi Prioritas
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.