Tiga Konferensi di Satu Grup Pengendali

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Tim Investigasi Harian Kompas menemukan keterkaitan di balik sejumlah konferensi internasional di Indonesia yang mengatasnamakan organisasi profesi dan perguruan tinggi. Hubungan ini menunjukkan peran organisasi bayangan di balik penyelenggaraan konferensi internasional demi kepentingan bisnis.

Penelusuran Kompas diawali dari kejanggalan sebuah laman konferensi International Research Conference on Management and Business (IRCMB). Tampilan laman ini sederhana untuk konferensi berskala internasional. Alih-alih menampilkan dokumentasi konferensi mereka sebelumnya, halaman muka laman ini justru menampilkan foto destinasi wisata di Jakarta, seperti Bundaran HI dan Kota Tua.

Di laman ini juga tidak tertera organisasi atau lembaga yang mengelola IRCMB. Hanya ada nama-nama akademisi dari dalam dan luar negeri sebagai anggota komite dan penelaah (reviewer). Terdapat informasi penyelenggaraan IRCMB tahun 2025 yang melibatkan satu organisasi serta 15 perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Baca JugaBegini Rasanya Ikut Konferensi Abal-abal

Dari situ, Kompas melacak satu-satunya organisasi yang menjadi panitia IRCMB tersebut, yakni Indonesian Financial Management Association (IFMA). Dalam laman resminya, tampilan desain laman IFMA nyaris identik dengan IRCMB. Bedanya, halaman muka IFMA menampilkan foto-foto destinasi wisata di Bali. Laman IFMA memang menyebut akan menyelenggarakan acara IFMA International Conference di Bali pada awal Agustus 2026.

Dalam struktur kepengurusannya, IFMA didirikan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berinisial SH. Ia juga menjabat Presiden IFMA. Keterkaitan antara IRCMB dan IFMA kian menguat lantaran nama SH juga tercantum sebagai ketua konferensi (conference chair) pada IRCMB.

Baca JugaGuru Besar Terlibat Konferensi Abal-abal

Kompas mendatangi SH di UNJ, Senin (13/7/2026) siang, untuk meminta konfirmasi. SH yang siang itu mengenakan setelan kemeja putih dan topi hitam menjamu kami di lobi gedung Pascasarjana UNJ. Ia menghindari pertemuan dengan kami di ruang kerjanya agar tidak diketahui kolega-koleganya. Kami lalu diarahkan untuk duduk di sofa yang terletak di selasar lantai 6 gedung Pascasarjana UNJ.

Suasana canggung

Sepanjang proses wawancara, raut wajah SH tampak tegang. Jari-jari tangannya bergetar saat memberikan penjelasan. Berkali-kali dia memegang dagunya seolah tengah mempertimbangkan sesuatu. Suasana canggung terjadi pada 30 menit terakhir. Tepatnya saat kami mengonfirmasi keterlibatannya dalam sejumlah forum konferensi yang berbeda. Setelah melewati sesi wawancara selama hampir dua jam, SH keberatan pernyataannya dikutip Kompas. ”Wawancara ini dianggap tidak ada saja,” ujarnya.

Penelusuran Kompas kemudian berlanjut ke sebuah dokumen riwayat hidup SH yang mencantumkan partisipasinya pada sejumlah konferensi. Selain IRCMB dan IFMA Conference, SH juga tercatat sebagai komite ilmiah pada International Conference on Economics, Business and Social Sciences (ICEBUSS).

ICEBUSS dipublikasikan sebagai konferensi internasional yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma). Berita mengenai penyelenggaraan ICEBUSS ini dimuat di laman resmi FEB Unisma sebagai agenda akademik fakultas.

Baca JugaMakalah Bodong Lolos Konferensi Internasional

Anehnya, dalam laman resminya, ICEBUSS mencantumkan detail informasi pembayaran yang sama dengan IRCMB dan IFMA Conference. Ketiga konferensi itu mengarahkan pembayaran registrasi ke nomor rekening BCA yang sama dengan inisial HK, dosen Universitas Tarumanagara, Jakarta. Bukti transfer untuk ketiga konferensi juga diarahkan ke surel milik HK. Di struktur IFMA, HK menjabat sekretaris sekaligus bendahara.

Namun, nama IFMA tidak disinggung dalam publikasi acara ICEBUSS keempat tahun 2022 di FEB Unisma. Acara ini digelar dengan menggandeng 17 universitas dan perusahaan sebagai co-host. Dekan FEB Unisma Afifudin beberapa kali dikonfirmasi Kompas, Kamis (16/7/2026). Ia hanya merespons balik salam dari Kompas. Ia kembali dihubungi pada Jumat (24/7) dan hanya menjawab singkat sedang menjalani ujian. ”Maaf ini masih melakukan ujian,” katanya singkat.

Rangkaian temuan itu menunjukkan adanya hubungan antara IFMA dan sejumlah konferensi internasional yang menggunakan identitas penyelenggara yang berbeda. Peran antara IFMA dan perguruan tinggi penyelenggara patut dipertanyakan.

Baca JugaIndonesia, Negara Produsen Konferensi
Mencatut kampus ternama

Pola serupa juga terjadi pada dua konferensi internasional yang mencantumkan nama Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai tuan rumah. Konferensi pertama adalah International Conference on Language, Communication and Society 2026. Sementara konferensi kedua bertajuk Asia-Pacific Conference on Education, Teaching and Technology 2026.

Kedua konferensi memiliki laman yang berbeda dengan desain yang identik. Perbedaan hanya terletak pada logo, warna dasar, dan gambar yang ditampilkan di latar belakang halaman utama. Meski keduanya mengusung tema dan disiplin ilmu yang berbeda, konferensi-konferensi tersebut dikendalikan organisasi asal Sri Lanka bernama International Center for Research and Development (ICRD).

Kedua konferensi dijadwalkan berlangsung pada 13-14 Juli 2026 di UGM. Namun, panitia tidak menyebutkan secara pasti gedung yang digunakan. Untuk memastikan keterlibatan UGM, Kompas mencari informasi lewat laman resmi dan media sosial UGM. Namun, tidak ditemukan adanya konferensi itu.

Baca JugaJanji Surga Penyelenggara Menjaring Peserta Konferensi

Kompas mengonfirmasi langsung ke pihak UGM. Mereka menegaskan tidak ada satu pun perwakilan sivitas akademika UGM yang terlibat ataupun bekerja sama pada konferensi tersebut. Panitia hanya menyewa tempat di bawah unit usaha UGM. ”Karena itu, kami meminta pihak hotel yang merupakan salah satu unit usaha UGM untuk membatalkan penyewaan tempat yang dilakukan penyelenggara,” ujar juru bicara UGM, I Made Andi Arsana.

Setelah permintaan pembatalan dari UGM tersebut, ICRD langsung menghapus nama UGM sebagai venue pada dua situs konferensi tersebut. Sebagai gantinya, mereka mencantumkan Loman Park Hotel Yogyakarta sebagai venue. Namun, di beberapa bagian, ICRD masih menampilkan UGM sebagai tuan rumah konferensi.

Kompas mengonfirmasi ke manajemen Loman Park Hotel untuk memastikan penyelenggaraan konferensi tersebut. Hingga Kamis (16/7), manajemen belum memberikan konfirmasi resmi.

Konfirmasi kepada ICRD selaku penyelenggara konferensi juga telah dikirimkan ke tiga alamat surel yang tercantum pada kedua situs konferensi. Namun, mereka tidak memberikan jawaban.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Warga Sempat Tutup Akses Bojonegara Serang, Minta Pelebaran Jalan Dikerjakan
• 21 jam lalu
0
thumb
Kasatgas Tito Dorong Persetujuan Anggaran Rehab-Rekon Sumatera Dipercepat
• 23 jam lalu
0
thumb
Erick Thohir Berharap Mitchell Baker Pertebal Lini Depan Timnas Indonesia
• 8 jam lalu
0
thumb
Peserta Terbaik Seleksi Akpol 2026 Belajar 5,5 Jam Per Hari-Lari 150 Km Sepekan
• 3 jam lalu
0
thumb
Potret Bom Rusia Guncang SPBU di Ukraina, Api Berkobar Hebat
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.