Fakta Mengejutkan! Danantara Ungkap 95 Persen Barang Indonesia Masih Diangkut Kapal Berbendera Asing

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan sekitar 95 persen pengiriman barang Indonesia hingga saat ini masih menggunakan kapal berbendera asing. 

Kondisi tersebut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto yang meminta adanya rencana penguatan armada nasional.

Rosan mengatakan persoalan tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam rapat bersama Presiden, selain pembaruan proses restrukturisasi (streamlining) perusahaan-perusahaan BUMN di bawah Danantara.

BACA JUGA:Destry Damayanti Buka Suara soal Peluang Jadi Gubernur BI Definitif, Ini Jawabannya Usai Perry Warjiyo Mundur

"Yang sekarang dilihat oleh Bapak Presiden, pengiriman barang-barang itu 95 persen berbendera asing. Bagaimana supaya ini ke depannya juga bisa berbendera Indonesia, dan diminta rencana pengembangannya itu seperti apa," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 27 Juli 2026.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Rosan mengatakan pemerintah akan mendorong peningkatan kapasitas industri galangan kapal dalam negeri, baik yang dikelola BUMN maupun swasta nasional.

Menurut dia, penguatan industri perkapalan nasional diharapkan mampu meningkatkan produksi kapal berbendera Indonesia dengan kualitas yang memenuhi standar internasional.

"Kita juga ada galangan-galangan kapal, baik itu yang BUMN maupun swasta nasional, yang selama ini kita ingin coba tingkatkan, kita ingin coba majukan, sehingga pembuatan kapal-kapal itu bisa dilakukan di Indonesia, tetapi juga sesuai dengan standar yang baik, yang standar internasional," ujarnya.

BACA JUGA:Sutrimo Tewas Misterius, Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Pilih Irit Bicara

Selain membahas pengembangan armada nasional, Rosan melaporkan perkembangan restrukturisasi perusahaan BUMN yang hingga akhir Juli 2026 ditargetkan telah mencakup lebih dari 250 perusahaan. 

Sejumlah konsolidasi telah dilakukan, antara lain penggabungan bisnis pengelolaan aset di sektor perbankan dan keuangan, termasuk PNM, serta akselerasi konsolidasi di sektor logistik, rumah sakit, dan perhotelan.

Danantara juga tengah menyiapkan program Danantara Housing untuk memasarkan hunian yang telah dibangun BUMN namun belum terserap pasar.

Program tersebut diharapkan menawarkan skema pembiayaan dengan suku bunga yang lebih kompetitif dan mekanisme pembayaran yang lebih mudah bagi masyarakat.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Saham SMGR-TOWR Keluar dari LQ45, INDY-NCKL Jadi Penghuni Baru
• 14 jam lalu
0
thumb
KPK Pastikan Tak Ada Perlakuan Istimewa untuk Febrie Adriansyah di Rutan
• 19 jam lalu
0
thumb
Ekshumasi Jasad Korban Pengeroyokan di Tabanan Dilakukan untuk Pastikan Penyebab Kematian
• 11 jam lalu
0
thumb
Dihina Gurunya Sendiri, Penyintas Bibir Sumbing Ini Justru Makin Kuat
• 19 jam lalu
0
thumb
Bupati Banyumas Menunggu Hasil Investigasi Penyebab Ambruknya Tribun VIP Drift Speed Fest
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.