Purwokerto: Panitia Pelaksana Drift Speed Fest mendukung penuh investigasi Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas terkait insiden ambruknya tribun VIP pada ajang Drift Speed Fest di Kompleks GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Ketua Panitia Pelaksana Drift Speed Fest Yoshua Ernest Yonathan mengatakan panitia juga bertanggung jawab penuh memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis, pendampingan, dan bantuan yang diperlukan. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada korban beserta keluarga atas insiden tersebut.
"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Peristiwa ini merupakan sesuatu yang tidak pernah kami harapkan. Kami bertanggung jawab penuh memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang tepat serta terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dalam proses penanganan medis dan pendampingan korban beserta keluarga," kata Yoshua, dilansir dari Antara, Senin, 27 Juli 2026.
Baca Juga :
Seremoni selebrasi sebelum insiden merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang umum dalam kejuaraan drifting. Kejadian tersebut tidak berkaitan dengan peserta maupun drifter karena mereka hanya mengikuti jadwal yang telah ditetapkan panitia.
Ia menegaskan insiden itu menjadi evaluasi penting bagi panitia. Khususnya untuk meninjau kembali konstruksi yang disiapkan vendor dalam penyelenggaraan kegiatan serupa.
Menurutnya, tribun tersebut ambruk setelah seluruh rangkaian seremoni pembukaan dan pembagian hadiah selesai. Dengan demikian, parade maupun selebrasi tidak berkaitan dengan kesalahan para drifter.
Wakil Ketua Panitia Pelaksana Drift Speed Fest Putri Danizar mengatakan parade dan pembagian merchandise merupakan bagian dari rangkaian yang umum dalam kejuaraan drifting. Kegiatan tersebut juga telah diterapkan dalam berbagai ajang sebelumnya.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh korban, keluarga korban, dan pihak-pihak yang terdampak,” ujarnya.
Sejak insiden terjadi, fokus utama panitia adalah memastikan seluruh korban memperoleh penanganan sebaik mungkin. Usai proses evakuasi, dia bersama Bupati Banyumas mendatangi sekitar 11 rumah sakit untuk menemui para korban, menyampaikan permohonan maaf secara langsung, mendata identitas korban, serta memastikan kebutuhan pengobatan dan penanganan dapat dipenuhi.
“Hari ini panitia membagi tim untuk mendampingi korban di sejumlah rumah sakit, membantu penyelesaian administrasi, serta menjalin komunikasi dengan korban dan keluarganya,” ungkapnya.
Lokasi tribun VIP nonpermanen yang ambruk saat pergelaran Drift Speed Fest di GOR Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu, 26 Juli 2026. ANTARA/Sumarwoto
Panitia pelaksana lainnya, Rengga, mengatakan penyelenggaraan Drift Speed Fest telah berjalan sesuai ketentuan, termasuk mengacu pada regulasi teknis dan keselamatan. Namun, penyebab ambruknya tribun masih menunggu hasil investigasi kepolisian.
Ia memastikan seluruh biaya penanganan korban, mulai dari pemeriksaan, operasi, obat-obatan, rawat inap hingga tindakan medis lainnya, menjadi tanggung jawab panitia. Tidak ada biaya yang dibebankan kepada korban.
Sekitar 50 korban telah diperbolehkan pulang dingga Senin malam. Sedangkan sisanya sekitar 40 korban masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
Menurut dia, panitia juga menghentikan kelanjutan kejuaraan karena kondisi force majeure. “Pertandingan kita setop, penilaian berdasarkan kualifikasi,” tutur Rengga.





Komentar (0)