JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman ekstremisme yang mengarah pada terorisme di ruang digital.
Menurut dia, internet kini tidak hanya dimanfaatkan untuk menyebarkan propaganda, tetapi juga menjadi sarana perekrutan hingga pendanaan jaringan terorisme dengan anak-anak dan generasi muda sebagai kelompok yang paling rentan, menjadi sasaran.
Djamari mengatakan ruang digital yang semula dimanfaatkan secara positif kini telah disalahgunakan untuk berbagai kepentingan jaringan terorisme. Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dan waspada dalam memanfaatkan ruang digital.
"Kita perlu mewaspadai tentang masyarakat kita dalam memanfaatkan ruang digital yang kita pahami sekarang ini," kata Djamari dalam Forum Penguatan Kolaborasi Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) Fase II di Jakarta, Senin (27/7/2026), dikutip dari Antara.
Baca Juga: Insiden Bom di MAN 3 Padang, Polisi: Pelaku Tak Terlibat Jaringan Teroris dan Bukan Lone Wolf
Ia mengibaratkan ruang digital sebagai medan tempur baru karena berbagai narasi dapat bercampur dan memengaruhi masyarakat.
Menurut Djamari, penyebaran hoaks, disinformasi, fitnah, hingga ujaran kebencian di ruang digital berpotensi membentuk pandangan pesimistis, terutama di kalangan anak muda.
"Melalui media digital ini banyak sekali menyebar hoaks, disinformasi, fitnah, dan kebencian. Pada ujungnya adalah hal-hal yang sangat pesimistis menyebar di lingkungan anak-anak muda," ujarnya.
Djamari menjelaskan pola ancaman terorisme juga mengalami perubahan.
Jika sebelumnya jaringan terorisme bergerak secara terpusat, kini ancaman berkembang melalui kelompok-kelompok kecil yang bergerak mandiri dan memanfaatkan komunitas digital sebagai ruang penyebaran paham ekstremisme.
Menurut dia, fenomena ekstremisme kekerasan nihilistik tidak lagi bertumpu pada satu ideologi tertentu, melainkan dipicu oleh glorifikasi kekerasan, pencarian identitas, serta kerentanan psikologis yang kemudian dieksploitasi, khususnya terhadap anak-anak dan generasi muda.
Baca Juga: Prabowo Apresiasi Polri di HUT ke-80: Berhasil Pertahanankan Nol Insiden Terorisme
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV/Antara
- Menkopolkam
- Djamari Chaniago
- terorisme
- ekstremisme
- perekrutan teroris
- RAN PE Fase II






Komentar (0)