Menkopolkam: Ruang Digital Jadi Medan Baru Perekrutan Teroris, Anak dan Pemuda Rentan Terpapar

kompas.tv
9 jam lalu
Cover Berita
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menyampaikan sambutan pada acara Penguatan Kolaborasi Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2026–2029 (RAN PE Fase Kedua) di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Sumber: ANTARA/YouTube/Humas BNPT/Fath Putra Mulya)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai ancaman ekstremisme yang mengarah pada terorisme di ruang digital. 

Menurut dia, internet kini tidak hanya dimanfaatkan untuk menyebarkan propaganda, tetapi juga menjadi sarana perekrutan hingga pendanaan jaringan terorisme dengan anak-anak dan generasi muda sebagai kelompok yang paling rentan, menjadi sasaran.

Djamari mengatakan ruang digital yang semula dimanfaatkan secara positif kini telah disalahgunakan untuk berbagai kepentingan jaringan terorisme. Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dan waspada dalam memanfaatkan ruang digital.

"Kita perlu mewaspadai tentang masyarakat kita dalam memanfaatkan ruang digital yang kita pahami sekarang ini," kata Djamari dalam Forum Penguatan Kolaborasi Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) Fase II di Jakarta, Senin (27/7/2026), dikutip dari Antara.

Baca Juga: Insiden Bom di MAN 3 Padang, Polisi: Pelaku Tak Terlibat Jaringan Teroris dan Bukan Lone Wolf

Ia mengibaratkan ruang digital sebagai medan tempur baru karena berbagai narasi dapat bercampur dan memengaruhi masyarakat.

Menurut Djamari, penyebaran hoaks, disinformasi, fitnah, hingga ujaran kebencian di ruang digital berpotensi membentuk pandangan pesimistis, terutama di kalangan anak muda.

"Melalui media digital ini banyak sekali menyebar hoaks, disinformasi, fitnah, dan kebencian. Pada ujungnya adalah hal-hal yang sangat pesimistis menyebar di lingkungan anak-anak muda," ujarnya.

Djamari menjelaskan pola ancaman terorisme juga mengalami perubahan. 

Jika sebelumnya jaringan terorisme bergerak secara terpusat, kini ancaman berkembang melalui kelompok-kelompok kecil yang bergerak mandiri dan memanfaatkan komunitas digital sebagai ruang penyebaran paham ekstremisme.

Menurut dia, fenomena ekstremisme kekerasan nihilistik tidak lagi bertumpu pada satu ideologi tertentu, melainkan dipicu oleh glorifikasi kekerasan, pencarian identitas, serta kerentanan psikologis yang kemudian dieksploitasi, khususnya terhadap anak-anak dan generasi muda.

Baca Juga: Prabowo Apresiasi Polri di HUT ke-80: Berhasil Pertahanankan Nol Insiden Terorisme

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV/Antara

Tag
  • Menkopolkam
  • Djamari Chaniago
  • terorisme
  • ekstremisme
  • perekrutan teroris
  • RAN PE Fase II
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Perbanas Hormati Mundurnya Perry Warjiyo, Yakini Stabilitas Perbankan Tetap Terjaga
• 10 jam lalu
0
thumb
Upaya Jaga Kelestarian Alam, 10 Ribu Mangrove Ditanam di Tapanuli Tengah
• 15 jam lalu
0
thumb
KAI Hadirkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah Bernuansa Budaya Indonesia-Gaya Hidup
• 3 jam lalu
0
thumb
Ibu yang Buang Bayi di Bogor Melahirkan Sendiri di Toilet Terminal Pasar Minggu
• 23 jam lalu
0
thumb
Gelombang Panas di Spanyol Tewaskan Lebih dari 3.800 Orang Tahun Ini
• 12 detik lalu
0
Berhasil disimpan.