Ancam Demo ke Istana Negara, Nelayan Indramayu Desak Pemerintah Atasi Pendangkalan Muara Karangsong

republika.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Pendangkalan ekstrem di muara Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memicu kemarahan para nelayan setempat. Gerakan Nelayan Pantura (GNP), Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra, dan para juragan kapal pun mengancam akan melancarkan aksi unjuk rasa ke Jakarta jika pemerintah tak kunjung membenahi infrastruktur di kawasan tersebut.

Kondisi muara yang makin kritis itu selama ini membuat alur pelayaran kapal-kapal nelayan menjadi terhambat. Tak hanya kapal masuk, armada yang hendak melaut pun ikut terjebak.

Baca Juga
  • Petani Jadi 'Nelayan' di Situ Ciburuy, Kala Kemarau Jadi Berkah untuk Mereka
  • Hutan Gunung Paseban Kutawaringin Kabupaten Bandung Terbakar
  • Mahasiswa UNISA Bandung Tawarkan Solusi Sosial Lewat Pameran Projek MKWK

Situasi tersebut salah satunya seperti yang dialami oleh Kapal Motor (KM) Gajah Samudra. Kapal yang membawa muatan ikan dari perairan Papua itu terpaksa tertahan empat hari tanpa bisa bersandar untuk membongkar muatannya.

Ketua GNP, Kajidin, menjelaskan, parahnya pendangkalan muara itu dipicu rusaknya breakwater (pemecah gelombang). Kerusakan tersebut menyebabkan endapan lumpur laut terus menerus masuk ke area muara tanpa penghalang.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dia menilai, pengerukan berulang kali akan sia-sia jika breakwater tidak diperbaiki secara permanen. Untuk itu, para nelayan berharap agar masalah tersebut segera diatsi oleh pemerintah.

"Kondisinya sudah sangat parah,” tukas Kajidin.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
AHY Dorong Kunci Bersama Jadi Model Pengembangan Kawasan Berbasis Aglomerasi Polisentris
• 2 jam lalu
0
thumb
SIMP, ICBP, dan SGRO Bayar Dividen Tunai ke Pemegang Saham Hari Ini
• 3 jam lalu
0
thumb
GP Al Washliyah Dukung Presiden Prabowo Tindak Tegas Pihak yang Merugikan Bangsa
• 13 jam lalu
0
thumb
Pemancing Asal Jepara Tewas Terseret Ombak di Perairan Merak
• 8 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Usut Aliran Dana dan Pemesan Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks di Medsos
• 29 menit lalu
0
Berhasil disimpan.