Inovasi Ubah Limbah Jadi Produk UMKM Bernilai Tinggi, Dukung Industri Hijau Berkelanjutan

disway.id
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Limbah kelapa sawit tidak lagi dipandang sebagai sisa proses produksi semata.

Dengan sentuhan inovasi dan riset, material tersebut mampu diolah menjadi beragam produk UMKM bernilai ekonomi tinggi sekaligus mendukung pengembangan industri sawit nasional yang lebih ramah lingkungan.

Dosen sekaligus peneliti Pusat Studi Sawit IPB University, Siti Nikmatin, menegaskan bahwa pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membuka peluang besar bagi peningkatan nilai tambah sektor sawit Indonesia.

BACA JUGA:Bioenergi Sawit Kian Prospektif, Pakar Sebut Indonesia Punya Modal Besar Wujudkan Kemandirian Energi

Menurutnya, optimalisasi limbah sawit tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga memperkuat konsep industri berkelanjutan melalui pengurangan limbah dan pemanfaatan sumber daya secara maksimal.

"Misalnya, pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang memiliki pasokan sangat melimpah dan potensi pengembangan yang besar," ujar Nikmatin di Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Ia menjelaskan, volume limbah kelapa sawit di Indonesia terus meningkat seiring bertambahnya produksi tandan buah segar (TBS).

Sekitar 23 persen dari TBS akan berubah menjadi tandan kosong dengan kadar bahan kering mencapai 35 persen.

Berdasarkan perhitungan tersebut, potensi ketersediaan TKKS di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 16 juta ton setiap tahun, dan jumlahnya diprediksi terus bertambah sejalan dengan peningkatan produksi nasional.

BACA JUGA:Prabowo Minta Kampus Perkuat Riset Energi, Fokus B50 dan B60 hingga Etanol

"Artinya, setiap hari limbah kelapa sawit akan terus bertambah di pabrik pengolahan crude palm oil (CPO)," jelasnya.

Nikmatin mengungkapkan, sejumlah pelaku usaha di Indonesia telah membuktikan bahwa limbah sawit mampu diubah menjadi produk bernilai jual tinggi.

Salah satunya dilakukan oleh PT Intertisi Material Maju (IMM) yang mengolah TKKS menjadi berbagai produk inovatif.

Beragam hasil olahan tersebut antara lain helm, tas, alas kaki, kain batik, rompi antipeluru, hingga filter air conditioner (AC) kendaraan bermotor.

Selama ini, tandan kosong kelapa sawit umumnya hanya dimanfaatkan sebagai pupuk organik di sekitar kawasan pabrik.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kakek dan Cucu Tewas Jatuh dari Lantai 3 Sekolah Methodist Medan
• 1 jam lalu
0
thumb
Menjelang Muktamar NU, Juni Tamsil Sebut Ratusan PCNU Indonesia Timur Bersepakat Dukung Kiai Marsudi Syuhud
• 11 jam lalu
0
thumb
DPRD DKI Cecar Kadisdik soal Sekolah Rusak: Jangan Sampai Nanti Ada Pernyataan Baru Tahu
• 21 jam lalu
0
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 13 jam lalu
0
thumb
Galeri 24 Pegadaian Tebar Promo Hemat Rp 13 Ribu per Gram, Ini Caranya
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.