Meriahkan HUT RI Ke-81, Warga Lereng Gunung Lawu Hias Jalan dengan Motif Batik dan Pasang Penjor

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Menjelang HUT RI ke-81, antusiasme warga semakin terasa untuk merayakan Hari Kemerdekaan. Tak terkecuali dengan warga lereng Gunung Lawu yang sudah hias jalan dengan motif batik.

Semarak HUT RI ke-81 semakin terasa di Dusun Mener RT 2 RW 3 Desa Segorogunung Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Sebab, warga kompak menghias jalan kampung dengan motif batik dan penjor.

Pada Minggu (26/7/2026), belasan penjor dari kain busa warna-warni menghiasi depan rumah warga. Tak hanya itu, mereka juga mengecat jalan yang telah digambari motif batik parang dan kawung. Selain motif batik, terdapat juga motif kotak-kotak, hingga gambar penuh warna lain.

Sementara itu, sejumah warga yang lain membantu membersihkan jalan. 

Koordinator bernama Suparmo menyampaikan, inisiatif warga dalam menghias jalan ini sudah dilakukan ketiga kalinya. Sebelumnya, aksi ini pernah dilakukan pada tahun 2018 dan 2025.

"Ini (menghias jalan kampung) untuk memeriahkan HUT RI," katanya, dikutip dari Kompas.com.

Pada mulanya, warga hanya berencana untuk menghias jalan dengan penjor saja. Namun kemudian ada perusahaan cat yang menawarkan bantuan bahan baku. Warga mendapatkan bantuan cat sejumlah 390 kg dengan berbagai warna.

"Ekonomi lagi tidak baik-baik saja, kalau di-endorse saya mau."

"Motif batik biar seru, mengangkat budaya Jawa," ungkapnya.

Diketahui, jalan kampung yang dihias ada sepanjang 500 hingga 600 meter. Sementara untuk target selesai menggambar jalan adalah satu minggu lagi.

Saat ini proses pengerjaan baru mencapai 40 persen. Kemudian, selain menghias jalan kampung, acara outbond juga rencananya akan digelar di jalanan tersebut khusus untuk warga setempat saja.

 

Menjelang HUT RI ke-81, antusiasme warga semakin terasa untuk merayakan Hari Kemerdekaan. Tak terkecuali dengan warga lereng Gunung Lawu yang sudah hias jalan dengan motif batik.

Cara lain untuk memeriahkan HUT RI adalah dengan memahami tema serta makna pada perayaan tahun ini. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penentuan logo tahun ini dilakukan dengan sayembara.

Filosofi dan Makna

Sayembara desain logo yang diikuti oleh 124 desainer grafis profesional dari berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak lima desain finalis dipilih melalui kurasi profesional. Masyarakat kemudian menentukan pemenang melalui polling publik yang digelar secara daring.

Logo yang menang dirancang oleh Fajar Novario yang merupakan desainer grafis asal Padang, Sumatera Barat. Karyanya meraih dukungan besar dengan memperoleh suara sebanyak 44,73 persen dari total 68.569 suara yang masuk.

Logo karya Fajar Novario mengusung konsep "Kolektif, Sinergi, dan Bertumbuh". Desain ini lahir dari eksplorasi mendalam terhadap keragaman motif tradisional berbagai daerah di Nusantara.

Menurut penjelasan resmi, di tengah keberagaman tersebut ditemukan benang merah berupa kesamaan pola visual yang menjadi simbol pemersatu bangsa Logo ini menampilkan angka "81" dengan bentuk yang tegas dan kuat. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dukung Pertanian Presisi, KKN Unhas Rancang Teknologi Pengolahan Pupuk Organik Cair di Bulukumba
• 1 jam lalu
0
thumb
Tavares Sebut Pressing Tinggi Jadi Kunci Kemenangan Persebaya Atas Persija
• 22 jam lalu
0
thumb
Deswa Finalis DAcademy 1 Diduga Meninggal karena Meningitis
• 23 jam lalu
0
thumb
Polisi: Bentrokan Maut di Menteng Dipicu dari Aksi Geber Motor
• 11 jam lalu
0
thumb
200 Personel TNI-Polri Jaga Jalan Tambak Menteng hingga Matraman, Cegah Bentrokan Susulan
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.