Jakarta (ANTARA) - Kongres Wanita Indonesia (Kowani) meluncurkan Kick-Off Gerakan Nasional Festival Panen Raya Kowani untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Kowani tidak sedang menyiapkan sebuah acara. Kami sedang menyiapkan sebuah peradaban. Ketahanan pangan dimulai dari keluarga yang tangguh, dan keluarga yang tangguh dimulai dari perempuan yang berdaya," kata Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto di Jakarta, Senin.
Peluncuran ini merupakan bagian dari rangkaian menuju 100 tahun Kowani.
Menurut dia, gerakan ini bukan sekadar penyelenggaraan seminar ataupun peluncuran program, melainkan awal dari sebuah gerakan nasional yang mengintegrasikan pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, ketahanan pangan, pembangunan desa, dan pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui gerakan ini, pihaknya mendorong pembangunan ekosistem ketahanan pangan yang melibatkan pemerintah, DPR RI, perguruan tinggi, dunia usaha, koperasi, UMKM, petani, nelayan, organisasi perempuan, media, dan seluruh elemen bangsa.
Dalam kesempatan itu, Kowani juga menegaskan dukungannya terhadap inisiatif "Tempe Indonesia Menuju UNESCO" sebagai bagian dari diplomasi budaya sekaligus pelestarian sejarah perjuangan perempuan Indonesia di tingkat dunia.
"Mari kita wariskan bukan hanya organisasi yang besar, tetapi gerakan yang besar. Mari kita wariskan bukan hanya sejarah, tetapi masa depan. Dari rumah besar Kowani, mari kita melangkah bersama menuju 100 tahun Kowani, memasuki abad kedua perjuangan dan peradaban perempuan Indonesia, serta menghadirkan perempuan Indonesia sebagai penggerak kemajuan, penjaga persatuan, dan pembangun peradaban," kata Nannie Hadi Tjahjanto.
Pihaknya berharap gerakan nasional ini menjadi momentum konsolidasi nasional organisasi perempuan Indonesia sekaligus memperkuat peran perempuan dalam mewujudkan ketahanan pangan, ketahanan keluarga, pembangunan berkelanjutan, dan Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Kowani meluncurkan gerakan nasional dukung tempe ke UNESCO
Baca juga: Kowani tegaskan komitmen perlindungan anak dan penguatan keluarga
Baca juga: Kowani dorong edukasi nilai keluarga dalam sinema "Jangan Buang Ibu"
"Kowani tidak sedang menyiapkan sebuah acara. Kami sedang menyiapkan sebuah peradaban. Ketahanan pangan dimulai dari keluarga yang tangguh, dan keluarga yang tangguh dimulai dari perempuan yang berdaya," kata Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto di Jakarta, Senin.
Peluncuran ini merupakan bagian dari rangkaian menuju 100 tahun Kowani.
Menurut dia, gerakan ini bukan sekadar penyelenggaraan seminar ataupun peluncuran program, melainkan awal dari sebuah gerakan nasional yang mengintegrasikan pemberdayaan perempuan, penguatan keluarga, ketahanan pangan, pembangunan desa, dan pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui gerakan ini, pihaknya mendorong pembangunan ekosistem ketahanan pangan yang melibatkan pemerintah, DPR RI, perguruan tinggi, dunia usaha, koperasi, UMKM, petani, nelayan, organisasi perempuan, media, dan seluruh elemen bangsa.
Dalam kesempatan itu, Kowani juga menegaskan dukungannya terhadap inisiatif "Tempe Indonesia Menuju UNESCO" sebagai bagian dari diplomasi budaya sekaligus pelestarian sejarah perjuangan perempuan Indonesia di tingkat dunia.
"Mari kita wariskan bukan hanya organisasi yang besar, tetapi gerakan yang besar. Mari kita wariskan bukan hanya sejarah, tetapi masa depan. Dari rumah besar Kowani, mari kita melangkah bersama menuju 100 tahun Kowani, memasuki abad kedua perjuangan dan peradaban perempuan Indonesia, serta menghadirkan perempuan Indonesia sebagai penggerak kemajuan, penjaga persatuan, dan pembangun peradaban," kata Nannie Hadi Tjahjanto.
Pihaknya berharap gerakan nasional ini menjadi momentum konsolidasi nasional organisasi perempuan Indonesia sekaligus memperkuat peran perempuan dalam mewujudkan ketahanan pangan, ketahanan keluarga, pembangunan berkelanjutan, dan Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Kowani meluncurkan gerakan nasional dukung tempe ke UNESCO
Baca juga: Kowani tegaskan komitmen perlindungan anak dan penguatan keluarga
Baca juga: Kowani dorong edukasi nilai keluarga dalam sinema "Jangan Buang Ibu"






Komentar (0)