Program MBG Sarat Kekeliruan, Sobary Sebut Prabowo Ditipu Lingkaran Dekat

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mohamad Sobary, menilai Presiden Prabowo Subianto masih bisa meluruskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut publik sarat kekeliruan.

Menurut Sobary, Prabowo kerap mengandalkan data statistik untuk mendukung program tersebut. Namun, ia menilai Prabowo justru ditipu oleh orang-orang di lingkaran dekatnya terkait data dan angka MBG.

"Prabowo masih bisa ngelurusin kan, masih bisa lying with statistics, Prabowo itu kan senang itu sekian persen rakyat begini persen angka angka angka, Prabowo itu ditipu oleh orang kiri kanannya," ujar budayawan itu dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Senin (27/7).

Sobary menegaskan, pemimpin yang hanya mengandalkan angka tanpa berpikir kualitatif akan mudah terjerumus. 

"Kalau orang hanya berdiri pada lapisan angka dan angka itu pun disodorkan orang lain untuk menjerumuskan, wah dia makin terjerumus. Kalau dia punya dimensi kualitatif dalam memikirkan persoalan apapun, ada dimensi kualitatifnya. Waktu disorongkan kepadanya data angka-angka statistik-statistik, Prabowo bilang 'apa ini benar? nalarku secara kualitatif mengatakan ini ini tapi kok ini kuantitasnya gini' dia bisa gitu. Nah, ini namanya lying with statistics," tandasnya.

Baca Juga: BGN Mulai Migrasi Data Dapur dan Menu MBG ke Sistem Digital

Sebagai informasi, Presiden Prabowo saat ini sedang melakukan evaluasi besar-besaran terhadap Program MBG. Langkah ini diambil menyusul temuan dugaan korupsi, masalah higienitas, serta buruknya tata kelola. Pemerintah berfokus pada pembenahan sistem total demi memastikan transparansi dan ketepatan sasaran.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberi waktu satu bulan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sejak pertengahan Juli untuk meneliti ulang data penerima manfaat. Prabowo menegaskan masyarakat golongan mampu harus dicoret agar program ini benar-benar menyasar kelompok ekonomi terbawah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
10 Mata Uang Tertua di Dunia yang Masih Beredar, Bertahan 1.250 Tahun
• 6 jam lalu
0
thumb
Daftar Lengkap 26 Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 Beserta Nomor Punggung
• 6 jam lalu
0
thumb
Polemik Hak Asuh Anak Masih Bergulir, Psikolog Ingatkan Ruben Onsu dan Sarwendah untuk Jauhkan Anak dari Konflik Dewasa
• 2 jam lalu
0
thumb
Polisi Bersiaga di Lokasi Bentrok Berdarah di Jalan Tambak Menteng, Warga Belum Mau Bubar
• 18 jam lalu
0
thumb
Pramono Anung Temui Seskab Teddy, Bahas Apa?
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.