tvOnenews.com - Bagi penggemar film The Hunger Games, isyarat tiga jari tentu bukan hal asing. Gerakan mengangkat jari telunjuk, tengah, dan manis, sementara ibu jari menekan jari kelingking, menjadi salah satu adegan paling ikonik dalam serial film yang diadaptasi dari novel karya Suzanne Collins tersebut.
Namun siapa sangka, simbol yang awalnya hanya muncul di layar lebar itu kemudian menjelma menjadi lambang perjuangan dalam berbagai gerakan demokrasi di dunia nyata.
Dalam beberapa tahun terakhir, isyarat tiga jari terlihat digunakan oleh para demonstran di Thailand, Myanmar, hingga Hong Kong. Belakangan, di media sosial kembali ramai pembahasan soal makna isyarat 3 jari tersebut.
Meski masing-masing gerakan memiliki latar belakang politik yang berbeda, simbol tersebut dipakai untuk menyampaikan pesan yang serupa, yakni solidaritas, perlawanan terhadap penindasan, dan harapan akan kebebasan.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana sebuah karya budaya populer mampu melampaui fungsi hiburan dan menjadi bahasa universal bagi gerakan sosial.
Makna Isyarat Tiga Jari di The Hunger Games
Dalam dunia fiksi The Hunger Games, salam tiga jari pertama kali diperlihatkan sebagai tradisi masyarakat District 12. Gerakan tersebut digunakan untuk menyampaikan rasa hormat, ucapan terima kasih, sekaligus perpisahan kepada orang yang dihormati.
Makna simbol itu berkembang setelah tokoh utama, Katniss Everdeen, menggunakannya sebagai bentuk penghormatan kepada Rue.
- Gambar ilustrasi AI
Sejak saat itu, isyarat tiga jari berubah menjadi simbol persatuan rakyat distrik yang tertindas untuk melawan rezim otoriter Presiden Snow dan pemerintahan The Capitol.
Di sepanjang cerita, salam tersebut menjadi lambang keberanian masyarakat yang menolak ketidakadilan.
Tanpa perlu mengucapkan sepatah kata pun, gerakan sederhana itu mampu menyampaikan pesan solidaritas di antara mereka yang mengalami penindasan.
Sejumlah kajian akademik juga mencatat bahwa simbol ini kemudian menjadi contoh bagaimana budaya populer dapat membentuk identitas gerakan sosial modern.
Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada International Association for Media and Communication Research (IAMCR) menjelaskan bahwa salam tiga jari dari The Hunger Games diadaptasi menjadi simbol perlawanan dalam berbagai aksi protes di Asia.





Komentar (0)