Ancora (OKAS) Raup Pendapatan Rp1,37 Triliun di Semester I-2026

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) membukukan pendapatan yang relatif stabil pada semester I-2026 sebesar USD76,33 juta.

PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) membukukan pendapatan yang relatif stabil pada semester I-2026 sebesar USD76,33 juta. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) membukukan pendapatan yang relatif stabil pada semester I-2026. Namun, peningkatan beban operasional dan beban pokok penjualan menekan laba bersih perseroan pada enam bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian (tidak diaudit), Ancora mencatat pendapatan sebesar USD76,33 juta atau sekitar Rp1,37 triliun pada Januari-Juni 2026, naik tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD76,08 juta.

Meski pendapatan meningkat, laba periode berjalan turun menjadi USD1,06 juta dari USD5,86 juta pada semester I-2025. Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar USD10,51 juta, turun dari USD15,20 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan laba dipicu kenaikan beban pokok penjualan menjadi USD57,39 juta dari USD53,45 juta, serta beban operasional yang meningkat menjadi USD15,06 juta dibandingkan USD12,24 juta pada semester I-2025. Alhasil, laba operasi turun menjadi USD3,88 juta dari USD10,39 juta.

Bisnis bahan kimia dan bahan peledak untuk pertambangan masih menjadi penopang utama kinerja dengan kontribusi sekitar 95 persen terhadap total pendapatan konsolidasian. Sementara itu, pendapatan dari bisnis solusi peledakan meningkat 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi USD25 juta.

Direktur Utama PT Ancora Indonesia Resources Tbk, Ratno Paskalis Hendrawan, mengatakan perseroan tetap mampu mempertahankan kinerja yang tangguh di tengah dinamika industri.

"Ancora membukukan pendapatan yang stabil sebesar USD76,33 juta pada semester pertama tahun 2026, mencerminkan permintaan yang tetap solid di bisnis inti bahan kimia dan bahan peledak pertambangan yang terintegrasi secara vertikal," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/7/2026).

Pria yang kerap disapa Ale itu menambahkan, perseroan membukukan laba bruto sebesar USD18,94 juta dan EBITDA sebesar USD10,51 juta yang masing-masing meningkat 40 persen dan 96 persen secara kuartalan.

"Ancora tetap berada pada posisi yang baik untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan sekaligus terus mendukung kebutuhan strategis industri pertambangan dalam jangka panjang," katanya.

Dari sisi neraca, Ancora mencatat total aset sebesar USD157,63 juta per 30 Juni 2026 dengan total ekuitas USD56,84 juta. Saldo kas mencapai USD7,52 juta atau sekitar 5 persen dari total aset. Perseroan juga mempertahankan struktur permodalan yang sehat dengan rasio net gearing sebesar 0,57 kali dan current ratio sebesar 1,29 kali.

Ke depan, Ancora optimistis prospek bisnis hingga akhir 2026 tetap positif seiring potensi revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang diperkirakan dapat meningkatkan aktivitas pertambangan pada semester II-2026. Perseroan juga melihat peluang pertumbuhan dari ekspor amonium nitrat dan aksesori peledak di kawasan Asia Pasifik, serta diversifikasi pelanggan di luar sektor pertambangan.

Selain itu, Ancora menargetkan pabrik booster di Handil, Kalimantan Timur mulai beroperasi pada 2027 untuk memperkuat rantai nilai terintegrasi sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan pendapatan dan laba jangka panjang.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kemendagri Dorong Bulog dan Pemda Gencarkan Pangan Murah
• 4 jam lalu
0
thumb
AHY: Rencana Garuda jadi holding maskapai dapat mendukung konektivitas
• 9 jam lalu
0
thumb
Polwan di Sumbar Diduga Dilecehkan Polisi Berpangkat AKBP, Kasus Diproses Propam
• 11 jam lalu
0
thumb
Jadwal Piala AFF 2026: Timnas Indonesia Jalani Laga Perdana Hadapi Kamboja Malam Ini!
• 10 jam lalu
0
thumb
Tumbuh Bersama Danantara, Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Semester I Tahun 2026
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.