Kementerian Kebudayaan Dukung Balinale, Bidik Sineas Indonesia ke Global

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Kebudayaan kembali menegaskan komitmennya mendukung Bali International Film Festival (Balinale) sebagai wadah untuk memperluas peluang sineas Indonesia menembus industri perfilman global.

Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan antara jajaran Kementerian Kebudayaan dan Komite Balinale usai penyelenggaraan Balinale edisi ke-19. Pertemuan itu juga membahas pengembangan program untuk penyelenggaraan Balinale ke-20 yang akan berlangsung pada 1-7 Juni 2027.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (PPPK), Ahmad Mahendra, mengatakan pemerintah akan terus mendukung Balinale yang dinilai memiliki peran penting dalam memperkenalkan karya sineas Indonesia ke tingkat internasional.

"Kementerian Kebudayaan tetap berkomitmen mendukung Balinale, yang sejak 2024 telah memegang status Festival Berkualifikasi Academy Award® untuk kategori Best Short Film, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi para pembuat film Indonesia untuk memasuki industri film global," ujar Ahmad Mahendra dalam keterangan tertulis, Senin (27/7).

Menurut Ahmad, Balinale kini tidak hanya menjadi ajang pemutaran film, tetapi juga berkembang sebagai ruang pembinaan bagi sineas melalui eksposur internasional, pengembangan profesional, hingga kesempatan berkompetisi di tingkat dunia.

Pada edisi 2026, Balinale menerima lebih dari 1.300 pendaftaran film dari berbagai negara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 94 film dari 38 negara masuk seleksi resmi, termasuk 23 film Indonesia. Festival itu juga menghadirkan 20 pemutaran perdana dunia, 10 pemutaran perdana internasional, dan 26 pemutaran perdana Asia.

Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Kebudayaan turut menyerahkan penghargaan perdana kategori Tapestry of Indonesia, yang ditujukan bagi film pendek dokumenter maupun naratif Indonesia yang mengangkat keberagaman budaya dan identitas bangsa.

Penghargaan tersebut diberikan kepada film Amazing Fantastic Extraordinary People karya sutradara Nadina Habsjah dan Yusgunawan Marto.

"Penghargaan Tapestry of Indonesia mewakili apresiasi Balinale terhadap para pembuat film muda yang merangkai kisah, keberagaman, dan identitas Indonesia untuk diperkenalkan kepada dunia. Karya-karya unik ini harus mampu menyentuh hati penonton, sehingga Indonesia tidak hanya dilihat, tetapi juga benar-benar dirasakan," kata Ahmad.

Sementara itu, Pendiri sekaligus Direktur Balinale, Deborah Gabinetti, mengatakan festival tersebut sejak awal dibangun untuk membuka akses yang lebih luas bagi sineas Indonesia melalui kolaborasi dengan komunitas perfilman internasional.

"Balinale didirikan untuk menciptakan peluang yang bermakna bagi para pembuat film Indonesia dengan membawa komunitas film internasional ke Indonesia sekaligus membawa cerita-cerita Indonesia ke seluruh dunia. Kolaborasi kami dengan Kementerian Kebudayaan terus memperkuat visi tersebut melalui inisiatif yang mendukung pengembangan kreatif, pertukaran budaya, dan pertumbuhan industri jangka panjang," ujar Deborah.

Balinale akan kembali digelar pada 1-7 Juni 2027. Pendaftaran film untuk edisi ke-20 dijadwalkan dibuka mulai 1 Oktober 2026.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ahli Tekankan Kompetensi dan Sertifikasi dalam Penanganan Kesehatan Mental
• 17 jam lalu
0
thumb
Perbandingan Nilai Pasar Timnas Indonesia Vs Kamboja: Tim Garuda Termahal, 4 Kali Lipat dibanding Tim Lawan
• 7 jam lalu
0
thumb
Dari Kekhawatiran Sejarah Hilang, Lahirlah Buku yang Menyelamatkan Jejak Aksera
• 5 jam lalu
0
thumb
Sudaryono Bocorkan Penyebab Utama BGN Pecat 261 Pegawai Non-ASN: Kami Coba Bersih-bersih
• 1 jam lalu
0
thumb
Head to Head, Jadwal, Siaran Langsung Indonesia vs Kamboja: Garuda 16 Kali Menang, Cetak 80 Gol
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.