Ratusan Pegawai BGN Dipecat, Sudaryono Beberkan Dugaan Judol hingga 'Ngentit Duit'

rctiplus.com
1 jam lalu
Cover Berita
Ratusan Pegawai BGN Dipecat, Sudaryono Beberkan Dugaan Judol hingga 'Ngentit Duit'Nasional | okezone | Senin, 27 Juli 2026 - 15:27

JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, melakukan bersih-bersih terhadap pegawai yang diduga melakukan sejumlah pelanggaran. Sebanyak 261 personel diberhentikan, terdiri atas 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli.

"Per hari ini tanggal 27 Juli 2026, kami mencoba untuk bersih-bersih. Kami mencoba agar yang melanggar kami berikan sanksi. Hari ini kami umumkan bahwa per hari ini kami telah memberhentikan 261 personel yang terdiri dari 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli," kata Sudaryono dalam konferensi pers di kantornya, Senin (27/7/2026).

Tak hanya itu, BGN juga tengah memproses hukuman disiplin terhadap 48 pegawai ASN. Sebanyak 39 orang masuk kategori pelanggaran disiplin ringan dan 9 orang melakukan pelanggaran disiplin berat. (Angka disiplin ringan perlu dikonfirmasi karena pada kutipan sebelumnya tertulis 38 orang).

Baca Juga:DPR: Kasus Chromebook Adalah The New White Collar Crime Terbaik Tanpa Kriminalisasi

"Ada temuan 9 melakukan pelanggaran berat atau disiplin berat. Ini adalah ASN dan PPPK, dan besar kemungkinan yang bersangkutan akan kami proses pemecatan. Ditemukan juga 39 pelanggaran disiplin ringan yang kemudian akan kami mutasi, demosi, serta diberikan sanksi administrasi maupun peringatan," tuturnya.

 

Ia mengungkapkan, pelanggaran yang dilakukan ASN cukup beragam, mulai dari indikasi judi online (judol) hingga dugaan penyelewengan dana.

"Kemudian untuk hukuman ASN dan PPPK itu ada yang judi online, ada juga yang tidak disiplin, ada juga yang ada indikasi tadi, 'ngentit-ngentit duit' tadi itu," ucapnya.

Menurut Sudaryono, penyelewengan dana merupakan hal yang mudah dideteksi. Sebab, di era keterbukaan informasi saat ini, masyarakat dapat dengan mudah menyampaikan pengaduan.

"Jangan dipikir 'ngentit duit' sedikit itu kemudian enggak ketahuan. Tahu. Sekarang informasi mudah, tinggal kirim WhatsApp, kami menginvestigasi, orangnya mengaku, maka mohon maaf," pungkasnya.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Labfor Kembali Melakukan Olah TKP di Lokasi Tewasnya Sutrimo
• 1 jam lalu
0
thumb
Kronologi Videotron di Majalengka Ambruk dan Timpa Pengendara Motor hingga Tewas, Sudah Bergoyang Sehari Sebelumnya
• 2 jam lalu
0
thumb
Benarkah Tarif Pajak JHT Berbeda-beda?
• 11 jam lalu
0
thumb
Perkuat Ketahanan Pangan, TMMD Kodim 0726/Sukoharjo Bangun Dua Titik Sumur Bor
• 4 jam lalu
0
thumb
Mentan Masih Tunggu Arahan Prabowo soal Kekosongan Kursi Wamen
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.