Angkatan Laut Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kembali mencegat enam kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz melalui rute yang tidak disetujui oleh otoritas Iran.
"Semalam, enam kapal yang mencoba melintasi melalui rute selain yang ditentukan, telah dihentikan oleh Angkatan Laut IRGC dengan tembakan peringatan dan kemudian putar balik," demikian dilaporkan televisi pemerintah Iran, dilansir kantor berita AFP, Senin (27/7/2026).
Sebelumnya, sebuah kapal tanker minyak meledak saat melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran vital untuk pasokan minyak dan gas global yang menjadi fokus perselisihan Iran dan Amerika Serikat beberapa waktu terakhir.
Media lokal Iran melaporkan bahwa kapal tanker itu menghantam ranjau laut, setelah berlayar menyimpang dari jalur navigasi yang ditetapkan oleh pihak Iran.
Insiden tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (27/7/2026), dilaporkan oleh media-media lokal Iran, termasuk kantor berita semi-resmi Mehr News Agency dan situs berita Defapress, yang mengutip sumber yang mengetahui insiden tersebut, pada Minggu (26/7) waktu setempat.
Media-media tersebut melaporkan bahwa kapal tanker tersebut telah menyimpang dari jalur pelayaran yang ditetapkan oleh otoritas Iran, sebelum menghantam ranjau laut di jalur perairan strategis tersebut.
Laporan kantor berita semi-resmi Tasnim, seperti dikutip Reuters, juga menyebutkan bahwa kapal tanker itu menabrak ranjau laut, setelah keluar dari jalur pelayaran yang telah ditentukan oleh Iran.
Tidak disebutkan lebih lanjut nama kapal tanker tersebut, juga asal negaranya.
(ita/ita)






Komentar (0)