Kronologi Sutrimo Diduga Karumga Febrie Ditemukan Tergeletak, lalu Meninggal

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Polda Metro Jaya masih menyelidiki kematian seorang pria bernama Sutrimo. Ia ditemukan tidak sadarkan diri di halaman Mordent Aesthetic Clinic di Jalan Kramat Pela No 208, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7).

Korban kemudian dievakuasi ke RS Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan. Namun, saat tiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.

Belum diketahui detail identitas Sutrimo. Informasi yang beredar, Sutrimo adalah penjaga rumah atau malah kepala rumah tangga eks Jampidsus Febrie Ardiansyah.

Dikonfirmasi tentang informasi tersebut, Budi menjawab, "Sedang didalami."

Terpisah, pengacara Febrie Adriansyah, Febri Diansyah, mengaku belum mengetahui informasi mengenai identitas Sutrimo yang disebut sebagai Karumga eks Jampidsus tersebut.

Sejumlah barang bukti dikumpulkan untuk mengungkap penyebab kematian korban. Saksi-saksi juga dimintai keterangan untuk mengungkap kasus tersebut.

Berikut kronologi kematian Sutrimo yang telah diketahui:

Kamis, 23 Juli

Sutrimo ditemukan tidak bernyawa di halaman klinik kecantikan Mordent Aesthetic Clinic di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia lalu dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring, namun saat sampai di sana dinyatakan sudah meninggal dunia.

Minggu, 26 Juli

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengkonfirmasi adanya kasus tersebut. Ia menyampaikan turut berduka atas meninggalnya korban.

“Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Sutrimo. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Minggu (26/7).

Polisi juga menyelidiki kasus tersebut. Saksi dan bukti dikumpulkan.

“Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum,” ujar Budi.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengatakan, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai menerima laporan terkait peristiwa tersebut. Setelah itu, penyidik bergerak mencari informasi dari lingkungan sekitar.

“Kita olah TKP tadi. Begitu dapet informasi, habis cek TKP, terus kita mencoba mencari informasi di sekitaran TKP, saksi, dan CCTV,” kata Iskandarsyah, Minggu (26/7).

Ia menyebut proses penyelidikan masih berlangsung. Saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan para saksi serta menelusuri rekaman kamera pengawas yang berada di sekitar lokasi.

“Kita masih ngumpulin saksi-saksi masih mencari CCTV,” ujarnya.

Senin, 27 Juli

Sejumlah personel Puslabfor Bareskrim Polri bersama penyidik Polres Metro Jakarta Selatan mendatangi klinik tempat korban ditemukan. Mereka memasuki area klinik yang sebelumnya masih dipasangi garis polisi.

Sebelum memasuki bangunan klinik, para penyidik terlihat memeriksa sejumlah barang yang berada di dalam kantong plastik transparan. Dari pantauan kumparan, salah satu barang yang diperiksa merupakan bantal berwarna hijau.

Setelah pemeriksaan awal terhadap barang-barang tersebut, tim kemudian masuk ke area klinik untuk melanjutkan proses olah TKP.

Mordent Aesthetic Clinic, tempat Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri, beralamat di Jalan Kramat Pela No 208, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Klinik kecantikan tersebut tidak jauh dari rumah pribadi eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

Rumah pribadi Febrie berada di Jalan Radio I, Kamat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berdasarkan aplikasi Google Maps jarak rumah tersebut dengan klinik hanya sekitar 400 meter.

Adapun bangunan klinik tersebut tampak tidak terawat. Halaman klinik dipenuhi tanaman yang kurang terurus. Selain itu, plafon di bagian teras depan terlihat sudah jebol, sementara cat bangunan tampak kusam.

Seorang sekuriti yang bekerja di dekat klinik tersebut, Dedi, mengatakan klinik itu memang sudah lama tidak beroperasi. Terakhir beroperasi sebelum COVID-19.

"Lama banget, (mulai tutup) dari Corona aja," ujarnya.

Maka itu ia terkejut mendapat kabar ada yang meninggal di klinik tersebut.

"Gak pernah sih saya lihat (ada orang di klinik). Makanya saya kaget ada orang meninggal di situ katanya. Kok tahunya ada yang ngisiin gitu," tuturnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Seleksi Ketat 10 Ribu Pendaftar, 1.476 Anggota TEP 2026 Siap Disebar ke 53 Kawasan Transmigrasi
• 12 jam lalu
0
thumb
Peron 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor Layani SF12, KAI Lanjutkan Pengembangan Peron dan Akses ke Bogor Paledang
• 4 jam lalu
0
thumb
Update Kondisi Febrie di Rutan KPK, Sarapan Telur dan Bihun Bareng Tahanan Lain
• 27 menit lalu
0
thumb
15 Tahun Berkarya, Turn On Power Rilis Album Menjadi Dewasa, Gama Harsa Jadi Gerbang Kisah Perjalanan Hidup
• 23 jam lalu
0
thumb
Cek Informasi Prakiraan Cuaca Jakarta Hari ini 27 Juli 2026, BMKG Prediksi Terik Seharian
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.