Dari Aspirasi Masyarakat ke Parlemen, Legislator Senayan Hamka B Kady Tinjau P3-TGAI di Takalar

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, TAKALAR – Dari aspirasi masyarakat yang disampaikan di tingkat desa, diperjuangkan melalui parlemen, hingga direalisasikan dalam bentuk pembangunan infrastruktur, Anggota Komisi V DPR RI Drs. H. Hamka B. Kady kembali menunjukkan komitmennya mengawal program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut terlihat saat Hamka B. Kady meninjau langsung pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Cakura, Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel), Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Senin (27/7/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan program yang diperjuangkan di parlemen benar-benar terealisasi di lapangan dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, khususnya para petani.

Dalam kunjungan tersebut, H. Hamka B. Kady melihat langsung progres pembangunan jaringan irigasi P3-TGAI yang saat ini telah mulai berproses di lapangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut PPK BBWS Pompengan Jeneberang, Kepala Desa Cakura, Tim HBK-LBK, serta tokoh masyarakat.

PPK BBWS Pompengan Jeneberang menyampaikan bahwa pembangunan P3-TGAI yang merupakan bagian dari program yang diperjuangkan H. Hamka B. Kady telah mulai berjalan di lapangan.

Pihaknya berharap program tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Takalar, khususnya para petani.

“Untuk kondisi saat ini, pembangunan P3-TGAI dari program Pak Hamka B. Kady sudah berproses di lapangan. Kami berharap program ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Takalar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cakura menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus apresiasi dan terima kasih kepada H. Hamka B. Kady atas program pembangunan yang telah dibawa ke Kabupaten Takalar, khususnya di Desa Cakura.

“Selamat datang, Pak Kami mengucapkan terima kasih atas program yang dibawa ke Takalar, khususnya di Desa Cakura. Program beliau sangat positif dan betul-betul dimanfaatkan oleh masyarakat umum,” ujar Kepala Desa Cakura.

Menurutnya, pembangunan jaringan irigasi tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama para petani yang membutuhkan akses air untuk mendukung aktivitas pertanian.

Mewakili masyarakat Desa Cakura, Kepala Desa juga menyampaikan sejumlah aspirasi pembangunan yang masih dibutuhkan masyarakat, di antaranya pembangunan jembatan serta peningkatan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata Taman Buru.

Menanggapi hal tersebut, Hamka B. Kady menegaskan bahwa setiap program pembangunan yang menggunakan anggaran negara harus benar-benar dikawal agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Ia secara khusus meminta agar pembangunan jaringan irigasi P3-TGAI diawasi secara ketat hingga tuntas, termasuk memastikan kualitas pekerjaan tetap terjaga.

“Irigasi itu harus kita awasi sampai tuntas, sekecil-kecilnya. Mengenai pengerjaan ini, kita memerlukan energi dan pikiran yang sehat. Tidak memihak kepada siapa-siapa, harus memihak kepada rakyat. Uang ini untuk rakyat, bukan untuk orang lain,” tegas Hamka.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar tidak mengerjakan proyek pembangunan secara asal-asalan.

Menurutnya, kualitas infrastruktur harus menjadi perhatian utama agar pembangunan yang menggunakan uang rakyat dapat bertahan lama dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

“Saya minta melalui PU agar diawasi secara ketat, termasuk Pak Desa. Saya tidak mau mendengarkan ada pekerjaan yang asal-asalan. Kasihan uang itu kalau baru satu bulan sudah rusak,” ujarnya.

Legislator tiga periode itu menegaskan bahwa pembangunan irigasi dan infrastruktur jalan yang mendukung sektor pertanian serta ketahanan pangan akan terus menjadi perhatian.

“Yang pasti adalah semua irigasi yang mendukung ketahanan pangan, jalan yang mendukung ketahanan pangan, itu pasti kita lanjutkan,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi sangat penting dalam mendukung produktivitas pertanian. Dengan akses air yang lebih baik, petani diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam dan produksi pertanian.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memelihara infrastruktur yang telah dibangun. “Yang penting bagi saya adalah mari kita sama-sama memelihara. Utama bagi yang mengerjakan proyek-proyek ini, jaga kualitasnya,” katanya.

Selain meninjau pembangunan P3-TGAI, Hamka B. Kady juga merespons aspirasi masyarakat Desa Cakura terkait pembangunan jembatan dan peningkatan akses jalan menuju kawasan wisata Taman Buru. Ia menyampaikan bahwa setiap aspirasi masyarakat akan dikaji dan ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan serta ketersediaan anggaran.

“Selama itu harus memudahkan akses masyarakat, kita pikirkan. Mengenai jalan juga tetap kami lakukan. Apa yang disampaikan Pak Desa nanti akan dianalisa dan diteliti untuk tindakan berikutnya,” ujarnya.

Hamka B. Kady juga mengingatkan bahwa pembangunan di daerah harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti hanya pada satu program.

Menurutnya, ketika dirinya turun langsung ke daerah, aspirasi masyarakat yang disampaikan harus dikawal dan diperjuangkan sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Ia pun meminta masyarakat dan pemerintah desa untuk bersabar dalam proses pengusulan serta pengkajian berbagai program pembangunan. “Semua yang sifatnya memang bisa dibantu, Insyaallah bisa kita selesaikan,” katanya.

Ia kembali menegaskan bahwa desa memiliki posisi penting dalam pembangunan nasional karena desa merupakan tempat masyarakat berada dan merasakan langsung dampak pembangunan.

“Tidak mungkin ada kabupaten, tidak mungkin ada pusat kalau tidak ada desa. Desa itu adalah tempatnya rakyat yang paling ujung,” tegasnya.

Bagi masyarakat Desa Cakura, kehadiran Program P3-TGAI menjadi angin segar bagi sektor pertanian. Pembangunan jaringan irigasi diharapkan mampu memperlancar akses air menuju lahan pertanian, meningkatkan produktivitas, serta mendukung kesejahteraan para petani.

Program tersebut juga menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat yang disampaikan dari tingkat desa dapat diperjuangkan melalui parlemen dan kemudian diwujudkan dalam bentuk pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dari aspirasi masyarakat, diperjuangkan di parlemen, hingga ditinjau langsung di lapangan, H. Hamka B. Kady memastikan pembangunan P3-TGAI di Takalar tidak berhenti sebagai program, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat. (mgs)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Hari Mangrove Sedunia, Bank BSN Pantau Pertumbuhan 1.150 Bibit Mangrove
• 20 jam lalu
0
thumb
Polisi soal Pemicu Bentrokan Dua Kelompok di Matraman Jakpus: Bukan Beli Nasi Uduk Tak Bayar
• 2 jam lalu
0
thumb
Nadeo Argawinata Kobarkan Semangat Timnas Indonesia: Saatnya Akhiri Kutukan 30 Tahun dan Juarai Piala AFF
• 22 jam lalu
0
thumb
Forum Warga Kota Edukasi Anak tentang Bahaya Minuman Berpemanis dan Dorong Penerapan Cukai MBDK
• 20 jam lalu
0
thumb
Kemensos Salurkan Bantuan Rp278 Juta untuk Korban Kebakaran di Kampung Adat Cipta Mulya Sukabumi
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.