2 Kampung Ditenggelamkan untuk Waduk Karian Kembali Muncul saat Musim Kemarau, Rumah-Masjid Terlihat Jelas

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Dua perkampungan yang ditenggelamkan untuk Waduk Karian Lebak kini kembali muncul ke permukaan.

Musim kemarau yang melanda Kabupaten Lebak membawa kembali dua kampung yang dulu ditenggelamkan muncul ke permukaan.

Fenomena langka ini terjadi di Waduk Karian, Kabupaten Lebak, Banten saat musim kemarau mulai berlangsung sejak Juni 2026.

BACA JUGA:Saat Kampung Lama Muncul Kembali Setelah Tenggelam Bertahun-tahun di Waduk Karian Lebak

Sepanjang musi kemarau itu, debit air Waduk Karian surut drastis hingga memunculkan kembali dua permukiman warga yang dulu ditenggelamkan.

Debit air yang menyurut dan membentang pada enam kecamatan di Lebak itu kembali memperlihatkan puing-puing bekas pemukiman yang sempat ditenggelamkan.

Bahkan, perkampungan yang muncul kembali ke permukaan juga memperlihatkan struktur-struktur bangunan secara jelas termask masjid yang tampak utuh.

Fenomena ini cukup membuat warga setempat membangunkan kembali kenangan lama sebelum perkampungan tersebut ditenggelamkan.

"Kalau debit air normal, masjid itu hanya terlihat kubahnya. Sekarang tanahnya sudah kelihatan," ujar Fauzi, warga sekitar, Minggu, 26 Juli 2026.

BACA JUGA:Daya Tampung Hampir 10 Juta m3, Bendungan Meninting Perkuat Ketahanan Pangan dan Air di Lombok

Diketahui, warga yang pernah tinggal di kawasan itu sudah pindah sejak 2022 ke permukiman baru di sekitar waduk.  

Kini, tempat tersebut justru menjadi saya tarik bagi wisatawan yang ingin melihat fenomema kampung tenggelam di Waduk Karian.

"Sejak awal waduk ditenggelamkan, bekas kampung memang menarik wisatawan. Sekarang makin ramai karena airnya surut," ujar Fauzi.  

Dua Kampung yang Ditenggelamkan untuk Waduk Karian Muncul Kembali

Dua perkampungan yang ditenggelamkan untuk Waduk Karian adalah Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira.

Desa Sukarame dan Desa Sukajaya di Kecamatan Sajira itu kembali terlihat di dasar bendungan saat kondisi debit air yang menyurut.

Dua desa tersebut kembali terlihat bahkan sisa-sisa bangunan, ruas jalan, hingga hamparan sawah dan ladang yang dulu menjadi sumber kehidupan warga kini kembali muncuk ke permukaan setelah tertutup air.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mengenal Metode Feynman, Teknik Belajar dengan Menjelaskan Kembali Materi
• 8 jam lalu
0
thumb
72,8% Wilayah Indonesia Kemarau, BMKG: Jateng Terkering, 80 Hari Tak Diguyur Hujan
• 22 jam lalu
0
thumb
Mensesneg Ungkap Alasan Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI
• 7 jam lalu
0
thumb
Jepang Berencana Memperketat Persyaratan Izin Tinggal Permanen; Penghasilan Harus Di Atas Rata-Rata
• 5 jam lalu
0
thumb
Gempa M5,5 Guncang Kupang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.