Koster soal WNA Bikin Event Lari Diskriminasi WNI: Tak Boleh Terjadi Lagi

detik.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Gubernur Bali, Wayan Koster, buka suara terkait komunitas lari warga negara asing (WNA) di Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung, yang mendiskriminasi warga negara Indonesia (WNI). Koster menegaskan hal serupa tidak boleh terjadi lagi di Bali.

"Oh lagi dikejar oleh Polda Bali. Tidak boleh lagi kan sudah ada edarannya yang begitu-begitu tindak tegas," jelas Koster saat ditemui di Tamah Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar, dilansir detikBali, Senin (27/7/2026).

Menurut Koster, polisi dan imigrasi sedang mengejar dua warga negara (WN) Belanda terduga penyelenggara acara tersebut. Koster juga mengatakan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, juga sedang melakukan investigasi terkait penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Baca juga: 2 Bule yang Bikin Event Lari Diskriminasi WNI di Bali Sudah di Luar Negeri

"Bupati Badung melakukan investigasi. Tidak boleh terjadi lagi hal seperti itu," tegas Koster.

Diberitakan sebelumnya, ajang lari bertajuk Bali Silent Disco menjadi bulan-bulanan warganet. Acara lari tersebut diduga melanggar aturan keimigrasian dan sarat diskriminasi terhadap warga lokal. Tak hanya diskriminatif, aktivitas klub lari itu juga kerap dikeluhkan lantaran mengganggu kenyamanan di jalan raya.

Baca juga: Imigrasi Tangkal Masuk 2 Bule Penyelenggara Event Lari yang Diskriminasi WNI

Event lari tersebut diketahui digelar oleh komunitas lari bernama Entourage Bali dan beranggotakan WNA. Sejumlah pendaftar dengan nomor telepon awalan +62 atau warga negara Indonesia bahkan ditolak bergabung dengan grup WhatsApp (WA) komunitas itu. Polemik ini juga menjadi perhatian dari kalangan anggota dewan hingga media asing.

Simak selengkapnya di sini.




(yld/whn)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Tumbuh Bersama Danantara, Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Semester I Tahun 2026
• 4 jam lalu
0
thumb
Menakar Ulang Tarif Lepas Status WNI: Antara Pertahankan SDM dan Efektivitas Kebijakan
• 50 menit lalu
0
thumb
Permukiman Hancur Dilahap Api, Begini Potretnya dari Udara
• 13 jam lalu
0
thumb
PAN Konsolidasi Besar di Wajo, Muscab Dihadiri Petinggi DPW hingga DPP
• 7 jam lalu
0
thumb
Kepuasan Publik ke Prabowo Anjlok, Hasto Ungkit Warning Eks Menkeu soal Paradoks Cile
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.