AS Kekurangan Stok Rudal, Trump Tunda Serangan Besar-besaran Terhadap Iran

okezone.com
3 jam lalu
Cover Berita

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda serangan besar-besaran terhadap Iran karena kekhawatiran bahwa Pentagon kekurangan rudal pertahanan udara, demikian laporan The New York Times, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Kedua pihak telah saling melancarkan serangan selama hampir dua minggu sejak gencatan senjata rapuh yang dicapai sebelumnya runtuh. Washington dan Teheran saling menuduh melanggar nota kesepahaman 14 poin yang ditandatangani pada 17 Juni.

Pada Kamis (23/7/2026), Trump mengancam Iran dan Houthi dengan "hukuman militer besar" setelah kelompok yang berbasis di Yaman itu menyerang dua kapal tanker minyak Saudi, dan mengatakan kepada Axios bahwa ia sedang mempertimbangkan "serangan besar-besaran" terhadap Iran yang akan "lebih besar dari sebelumnya."

Baca Juga :
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak

Menurut artikel yang diterbitkan NYT pada Sabtu (25/7/2026), keputusan tersebut menyusul pertemuan dengan penasihat senior dan pejabat kabinet sehari sebelumnya yang dilaporkan berfokus pada berkurangnya persediaan pencegat Patriot dan pertahanan udara lainnya di Pentagon. Dua orang yang diberi pengarahan tentang diskusi tersebut mengatakan kepada media bahwa para pejabat juga khawatir akan perang regional yang lebih luas, yang akan mengasingkan sekutu Teluk yang rentan terhadap pembalasan Iran, penurunan ekonomi global, serta krisis energi dan pengungsi yang semakin meningkat.

Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine dilaporkan memperingatkan bahwa operasi besar-besaran dapat dilakukan, tetapi akan secara berbahaya mengurangi jumlah rudal pencegat yang tersedia untuk Komando Pusat AS. Juru bicaranya menolak berkomentar ketika dihubungi oleh media tersebut.

“Hampir tidak ada, jika ada, di lingkaran dalam Trump yang percaya bahwa rencana untuk meningkatkan eskalasi itu bijaksana,” tulis NYT, mengutip dua orang yang diberi pengarahan tentang diskusi tersebut. Seorang pejabat senior AS berpendapat bahwa serangan lebih lanjut membuat Iran tetap bersatu dan fokus pada ancaman eksternal daripada memaksa negosiasi.

Baca Juga :
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Panduan Makan Muslim Friendly di Seoul: 5 Zona Aman Buat Keluarga, dari Itaewon sampai Plan B Saat Darurat
• 20 jam lalu
0
thumb
Menanti Debut Rizky Eka di Piala AFF 2026! Bersaing Ketat di Posisi Winger Singkirkan Nama Witan Sulaeman dan Ramadhan Sananta
• 20 jam lalu
0
thumb
Kesaksian Warga soal Kelompok Terlibat Bentrokan Maut di Menteng
• 18 jam lalu
0
thumb
AHY Luncurkan Garuda Finisher, Wadah Komunitas Lari Gen Z dan Milenial
• 23 jam lalu
0
thumb
Remaja 14 Tahun di Bangka Selatan Tewas Ditikam Tetangga, Pelaku Ditangkap | KOMPAS SIANG
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.