Kemenbud Dukung Balinale Jadi Gerbang Film Indonesia Menuju Pasar Internasional

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Kementerian Kebudayaan kembali menunjukkan dukungannya terhadap Bali International Film Festival atau Balinale sebagai salah satu wadah penting untuk memperkenalkan karya sineas Indonesia ke tingkat internasional. Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi perfilman nasional di tengah industri film global yang terus berkembang.
 
Komitmen itu ditegaskan dalam pertemuan antara Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan bersama jajaran Komite Balinale setelah suksesnya penyelenggaraan Balinale edisi ke-19. Pertemuan tersebut membahas berbagai pencapaian festival sekaligus mempersiapkan penyelenggaraan Balinale ke-20 yang akan berlangsung pada 1 hingga 7 Juni 2027.
 
Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Jenderal PPPK Kementerian Kebudayaan Ahmad Mahendra, Direktur Film, Musik, dan Seni Irini Dewi Wanti, Senior Festival Advisor Donny Damara, Director International Communications Yoke Darmawan, Media Relations Aris Muda Irawan, serta Pendiri dan Direktur Festival Balinale Deborah Gabinetti.

Selain mengevaluasi keberhasilan Balinale 2026, pertemuan itu juga memperkenalkan sejumlah program baru yang akan hadir pada edisi ke-20. Program tersebut meliputi kolaborasi internasional yang lebih luas, inisiatif pendidikan dan seni, hingga penguatan kemitraan industri kreatif yang diharapkan mampu membuka peluang lebih besar bagi sineas Indonesia.

Baca Juga :

Balinale 2026 Hadirkan Deretan Film Hong Kong Terbaik, Ada Kisah Balas Dendam hingga UFO

Balinale juga terus memperkuat posisi Sanur, Bali, sebagai destinasi internasional yang menghubungkan dunia perfilman, kebudayaan, dan pertukaran ide kreatif. Festival ini diharapkan mampu menarik lebih banyak pelaku industri film dari berbagai negara untuk berkolaborasi dengan insan perfilman Indonesia.
 
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Kebudayaan turut menyerahkan penghargaan perdana kategori Tapestry of Indonesia. Kategori baru ini memberikan ruang bagi film pendek dokumenter dan naratif Indonesia yang mengangkat keragaman budaya, tradisi, komunitas, dan identitas bangsa melalui sudut pandang para pembuat film muda.
 
Penghargaan perdana Tapestry of Indonesia diberikan kepada film Amazing Fantastic Extraordinary People karya sutradara Nadina Habsjah dan Yusgunawan Marto. Penghargaan diserahkan langsung oleh Ahmad Mahendra kepada Nadina Habsjah, produser Adhytia Putra, dan penulis Amanda Simandjuntak.
 
"Penghargaan 'Tapestry of Indonesia' mewakili apresiasi Balinale terhadap para pembuat film muda yang merangkai kisah, keberagaman, dan identitas Indonesia untuk diperkenalkan kepada dunia. Karya-karya unik ini harus mampu menyentuh hati penonton, sehingga Indonesia tidak hanya dilihat, tetapi juga benar-benar dirasakan," kata Ahmad Mahendra.
 
Menjelang penyelenggaraan Balinale ke-20, Ahmad Mahendra kembali menegaskan bahwa Kementerian Kebudayaan akan terus memberikan dukungan terhadap festival tersebut. Menurutnya, Balinale memiliki peran penting dalam membuka akses sineas Indonesia menuju industri perfilman internasional.
 
"Kementerian Kebudayaan tetap berkomitmen mendukung Balinale, yang sejak 2024 telah memegang status Festival Berkualifikasi Academy Award® untuk kategori Best Short Film, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi para pembuat film Indonesia untuk memasuki industri film global," jelas Ahmad Mahendra.

Baca Juga :

Top! Balinale Resmi Diakui sebagai Festival Berkualifikasi Oscar

Dia menambahkan, Balinale kini telah berkembang menjadi lebih dari sekadar festival film tahunan. Festival ini menjadi platform pembinaan talenta baru melalui kesempatan bertemu pelaku industri dunia, memperoleh pengalaman profesional, hingga memperluas jaringan internasional.
 
Data penyelenggaraan Balinale 2026 menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dari komunitas perfilman global. Festival tersebut menerima lebih dari 1.300 karya dari berbagai negara. 
 
Dari jumlah itu, sebanyak 94 film dari 38 negara masuk seleksi resmi, termasuk 23 film Indonesia yang turut bersaing di berbagai kategori. Balinale juga menghadirkan 20 pemutaran perdana dunia, 10 pemutaran perdana internasional, dan 26 pemutaran perdana Asia.
 
Status Balinale sebagai satu-satunya festival film di Indonesia yang berkualifikasi Academy Award® untuk kategori Best Short Film menjadikannya jalur strategis bagi sineas Indonesia untuk memperoleh peluang tampil di ajang perfilman paling bergengsi di dunia. Festival ini juga mempertemukan pembuat film lokal dengan distributor, programmer festival, investor, hingga pemimpin industri film internasional.
 
Pendiri sekaligus Direktur Balinale, Deborah Gabinetti, menegaskan bahwa sejak awal festival ini dibangun untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi sineas Indonesia agar karya mereka dikenal dunia.
 
"Balinale didirikan untuk menciptakan peluang yang bermakna bagi para pembuat film Indonesia dengan membawa komunitas film internasional ke Indonesia sekaligus membawa cerita-cerita Indonesia ke seluruh dunia," ucap Deborah Gabinetti.
 
Dia menilai kolaborasi yang terjalin bersama Kementerian Kebudayaan menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem perfilman nasional yang semakin kuat.
 
"Kolaborasi kami dengan Kementerian Kebudayaan terus memperkuat visi tersebut melalui inisiatif yang mendukung pengembangan kreatif, pertukaran budaya, dan pertumbuhan industri jangka panjang," katanya. 
 
Memasuki hampir dua dekade penyelenggaraan, Balinale terus memperluas perannya sebagai ruang bertemunya sineas Indonesia dan dunia. Pendaftaran film untuk Balinale edisi ke-20 dijadwalkan mulai dibuka pada 1 Oktober 2026, membuka kesempatan baru bagi para pembuat film Indonesia untuk membawa karya mereka ke panggung internasional.
 

 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kaesang Pangarep Umumkan Maju Pileg 2029: Saya Mohon Semuanya Solid
• 21 jam lalu
0
thumb
Begini Prediksi IHSG Besok, Pantau Pergerakan Saham BIPI, BKSL hingga RAJA
• 19 jam lalu
0
thumb
Perak Bangkit di Akhir Pekan, Pasar Menanti Arah Suku Bunga The Fed
• 17 jam lalu
0
thumb
Fakta-Fakta Bentrokan di Menteng Jakpus, Berawal Cekcok saat Sarapan Nasi Uduk hingga Satu Orang Tewas
• 13 jam lalu
0
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.