Asosiasi Harap Motor Listrik Nasional Libatkan Produsen Lokal

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Setelah mobil nasional, Presiden Prabowo kembali mengutarakan keinginan untuk memulai rencana program serupa khusus untuk roda dua. Bahkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyebut modelnya akan segera diluncurkan dalam waktu dekat.

"Kalau berkenaan dengan motor listrik nasional, nanti pada waktunya akan kami sampaikan. Dalam waktu dekat mungkin akan ada semacam launching motor listrik nasional hasil karya anak bangsa," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan awal pekan lalu.

Menanggapi itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiyadi menyambut baik rencana tersebut. Namun ia belum mau berkomentar lebih jauh dan memilih menunggu informasi yang lebih jelas.

"Kami menyambut baik, ya. Cuma apapun yang dimaksud pak Presiden dengan motor listrik nasional. Sebetulnya menurut saya ada beberapa yang mungkin saya masih belum tahu ya," kata Budi dihubungi kumparan, Jumat (24/7/2026).

Budi menambahkan, rencana motor listrik nasional baiknya melibatkan dengan pemain lokal. Sebab, industri roda dua elektrik saat ini dinilainya sudah mulai berkembang dengan kapasitas produksi mumpuni.

"Nah nanti kita lihat pak presiden arahanya mau ke mana. Soalnya kan sudah ada merek Gesits yang punya BUMN, mereknya juga nasional. Mungkin barangkali itu yang dikuatkan. Ada juga merek lokal lain seperti Polytron, Selis, dan sebagainya," jelasnya.

Selain produsen pembuat, motor listrik nasional juga diharapkan dapat menjadi wadah industri pendukungnya. Utamanya soal nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN yang selalu ditekankan pemerintah di industri manufaktur.

"Ya tentunya kalau motor listrik nasional itu pasti kandungan komponen lokalnya harusnya bisa tinggi. Mungkin saat ini kalau seperti inti baterai itu ada yang masih impor, tetapi beberapa packing sudah di Indonesia," kata Budi.

Bila terwujud, Budi bilang efek berganda untuk industri otomotif roda dua, terutama elektrik bisa terus bertahan dan tumbuh. Sebab, sejak satu tahun terakhir, diakuinya penjualan di segmen ini tengah melambat imbas belum ada program insentif lagi.

"Kalau penjualan sebenarnya, hingar bingar menyangkut masalah subsidi itu pasti ada pengaruh dan itu bukan pengaruh yang baik untuk penjualan karena banyak masyarakat jadi menunggu. Kemudian secara kuantitas pabrik juga sudah cukup banyak," paparnya.

Asosiasi ingin agar pemerintah segera menetapkan kebijakan program pembelian motor listrik yang jelas untuk tahun dan beberapa periode mendatang. Sebab, produsen perlu menyesuaikan kapasitas produksi pabrik dengan jumlah permintaan yang ada.

"Ya kalau memang ada Alhamdulillah, kalau tidak ada pun kita akan siap fight karena ini terus berjalan. Kami berharap pemerintah jangan gantung, sehingga tidak berpengaruh besar pada penjualan," tandas Budi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pembalap McLaren Lando Norris juara Formula 1 GP Hungaria 2026
• 6 jam lalu
0
thumb
Hasto Tegaskan Kritik PDIP Berbasis Argumentasi: Jangan Jadi Buzzer
• 10 jam lalu
0
thumb
Kronologi Bentrokan di Menteng, Berawal dari Cekcok Saat Sarapan Nasi Uduk
• 18 jam lalu
0
thumb
Astra Motor Sulsel Dekatkan New Honda Vario Evo 160 ke Generasi Muda Lewat Public Exhibition di Kendari
• 1 jam lalu
0
thumb
Stimulasi Sejak Dini Bantu Optimalkan Perkembangan Otak Anak, Masa Emas Anak Gak Datang Dua Kali Lho Moms!
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.