Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiyadi menyambut positif wacana pemerintah yang akan merilis motor listrik nasional. Ia berharap prioritas keberpihakan dengan produsen dalam negeri.
"Nanti mungkin mana yang mau dijalankan pemerintah, kemarin masih ada soal konversi, sekarang bicara nasional. Menurut saya intinya semangat bahwa harus ada cukup banyak motor listrik untuk gantikan combustion engine (konvensional)," buka Budi kepada kumparan, Jumat (24/7/2026).
Sebagai proyek nasional, menurut Budi calon motor listrik dari negara itu idealnya tidak saja bermanfaat kepada konsumen langsung, tetapi juga industri otomotif yang terlibat di dalamnya. Ia menekankan soal biaya akuisisi dan juga penyerapan komponen lokal.
"Idealnya itu mungkin dari sisi harga harusnya terjangkau, ya. Tetapi karena kita ini mengedepankan nasional, seharusnya nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) harus banyak dong, sehingga nantinya punya efek domino, manfaat besar untuk industri," katanya.
Dirinya meyakini, industri motor listrik dapat menjadi alat untuk menyerap lebih banyak komponen buatan Indonesia. Termasuk baterai berbahan nikel, sesuatu yang selalu didorong oleh pemerintah di industri otomotif. Khususnya era kendaraan elektrifikasi.
"Baterai saja kita masih impor, padahal kita penghasil bahan bakunya nikel itu, ya. Kemudian ada Gesits, Selis, dan Polytron itu kan semua (merek) nasional, mudah-mudahan berita bagusnya kita ikut terangkat," jelas Budi.
Belum lagi, Budi berbicara potensi kemampuan ekspor motor listrik nasional dengan kapasitas produksi dari merek lokal yang sudah ada. Menurutnya, kapasitas produksi yang ada saat ini dari merek-merek lokal sudah cukup banyak.
"Pastinya ada dan ekspor kita sama juga dengan beberapa negara, saya sudah rapat dengan Kementerian Perdagangan, kita akan digodok oleh perdagangan untuk bisa jualan ke luar," paparnya.






Komentar (0)